9/21/2016

Berbahagialah Orang Yang Murah Hati

Go_Inspirit-Renungan Harian Keluarga
Go_Inspirit-Renungan Harian Keluarga

RHK Rabu 21 September 2016
Matius 5:5

Pembacaan kita hari ini berkata: “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi”. Apakah yang dimaksud dengan kata murah hati? Aristoteles mengutarakan makna atau mutu dari lemah lembut, yaitu menerangkan nilai-nilai kehidupan adalah dengan mempertentangkan dua pendapat atau pengertian yang ekstrim. Dikatakannya, diantara kelebihan dan kekurangan terdapat nilai tengah atau baik, yaitu jalan tengah yang mengembirakan. Contoh : sikap yang ekstrim pemboros dan kikir. Diantara sikap itulah terdapat sikap murah hati.

Praotes atau lemah lembut adalah sikap tengah yang selalu gembira, yaitu sikap diantara ekstrim terlalu banyak marah dan ekstrim terlalu sedikit marah. Berbahagialah orang yang murah hati berarti juga: “Berbahagialah orang yang selalu marah tepat waktunya dan tidak pernah marah pada waktu yang salah”

Tuhan menghendaki kita benar-benar ada kerendahan diri yang tulus, yang menghlangkan dan menghapuskan segala kebangaan diri. Tanpa kerendahan hati, maka tidak ada hal yang dapat kita sebut kasih, karena permulaan kasih adalah perasaan yang menganggap diri sendiri tidak mempunyai harga apa-apa. Lemah lembut menunjuk kesediaan menerima kenyataan bahwa kita selalu perlu belajar dan perlu memaafkan dan dimaafkan.

Keluarga kita diajak untuk selalu bersikap lemah lembut supaya dapat mewarisi bumi. Biarlah kita menyerahkan diri kepada pengendalian Allah secara sempurna. Amin

Doa: Tuhan, ajarlah dan mampukan kami memiliki kelemah-lembutan yang berasal dari pada-Mu dan selalu dalam pengendalian-Mu Amin


Source : RHK Sinode GMIM 2016


EmoticonEmoticon