9/23/2016

Kebahagiaan Orang yang Suci Hati dan Pembawa Damai

GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
GoInspirit-Renungan Harian Keluarga

RHK Jumat, 23 September 2016
Matius 5 :8-9

Ucapan “ berbahagialah “ dalam bagian ini membawa kita pada kesadaran untuk benar-benar melakukan pemeriksaan diri secara jujur. Terutama ketika kita membantu sesama, apakah kita menuntut balas dikemudian hari atau apakah yang kita lakukan itu bersih dari pamrih dan tidak menonjolkan diri sendiri? Apakah yang kita lakukan terhadap sesama dan terhadap Tuhan sudah didasarkan pada hati yang suci?

Kesucian hati bukanlah pilihan tetapi harus ada dalam diri setiap orang sebagai ciri warga Kerajaan Allah. Orang yang murni hatinya akan melihat dan bertemu dengan Tuhan.

Kesucian hati hanyalah dapat dilihat dari orang yang selalu membawa damai. Damai berarti persoalan-persoalan harus dihadapi, diatasi dan diselesaikan dengan tuntas. Berbahagialah orang yang membawa damai menunjuk pada orang-orang yang aktif, yang mau menghadapi segala sesuatu dan membawa perdamaian walaupun jalan kearah itu merupakan jalan yang berat.

Kalau keluarga kita membawa damai berarti kita telah melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah sehingga kita disebut anak-anakNya. Amin

Doa : Tuhan Yesus, jagalah terus hati kami untuk memelihara kesucian-Mu yang terpancar dalam hidup yang menciptakan hubungan yang benar dengan sesama. Amin.


Source : RHK Sinode GMIM 2016


EmoticonEmoticon