10/25/2016

Bersyukur atas Anugerah Allah bagi Sesama

GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
GoInspirit-Renungan Harian Keluarga

RHK Selasa, 25 Oktober 2016
1 Korintus 1:4

Seorang anak dengan bangga memperlihatkan hasil belajarnya selama 1 (satu) tahun kepada ayahnya. Ayahnya menyambut dengan gembira dan penuh senyum ketika memperhatikan nilai-nilai rapor yang diperoleh anaknya. Sambil memeluk erat anaknya ia berbisik: “ayah sangat bangga padamu ‘nak bukan hanya karena nilai rapormu bagus, tetapi karena ayahlah orang pertama yang kau perlihatkan kegembiraanmu”.

Belajar dari kisah di atas sebagai orang tua patut memberikan apresiasi/penghargaan kepada anggota keluarga kita pada saat yang tepat bila mereka dapat membuat sesuatu yang membanggakan. Sebab dalam kenyataan masih ada orang tua ketika melihat anaknya tidak berprestasi sesuai dengan harapan, sering kali menyatakan kekesalan kepada mereka. Hal ini tentu tidak akan memberikan dorongan sepenuhnya kepada anak-anak untuk terus berusaha bangkit meraih prestasi yang lebih baik lagi, apa lagi tidak mau mensyukuri apa yang ada.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus menunjukan sikap empati, turut merasakan apa yang dirasakan oleh jemaat ketika mereka memperoleh anugerah dari Allah. Sikap inilah yang harus ditumbuhkembangkan dalam kehidupan keluarga Kristen, yaitu saling menunjukan sukacita iman ketika memperoleh karunia Allah dan bukan saling mempertentangkan kelebihan dan kekurangan terhadap apa yang dianugerahkan Tuhan. Sebab Tuhan Allah memberikan kepada umat-Nya sesuai dengan kehendak-Nya dan bukan kehendak kita. Amin. 

Doa: Ya Tuhan sumber hidup dan berkat, kami bersyukur atas anugerah-Mu bagi keluarga kami dan juga untuk berbagai berkat–Mu bagi sesama kami. Amin.





Source: RHK Sinode GMIM 2016


EmoticonEmoticon