10/18/2016

Hidup yang Mengandalkan Tuhan

GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
GoInspirit-Renungan Harian Keluarga

RHK Selasa, 18 Oktober 2016
 Yeremia 12:7-9

Bagaimana rasanya jika bekal air minum kita habis padahal kita masih akan menempuh perjalanan yang panjang? Tentu kita akan merasa takut dan kuatir. Apalagi jika perjalanan itu kita lakukan di tengah cuaca yang panas terik. Kita pasti akan putus asa.

Yeremia pernah mengalami perasaan kuatir dan takut setelah ia melihat kondisi yang terjadi di Yehuda. Yehuda yang seharusnya menjadi negeri yang damai dan penuh berkat kini telah berubah. Yehuda kini telah hancur bahkan ditinggalkan. Dan yang lebih berat lagi bagi Yeremia karena dia harus meninggalkan kota Yehuda tempat kelahirannya, tempat ia hidup, tempat ia melayani. Apalagi di kalangan bangsa Yehuda, Yehuda adalah kota yang suci bagi mereka.

Kita seringkali mengalami suasana hati seperti Yeremia. Ketika sesuatu yang kita impikan tidak terjadi seperti yang kita harapkan, seringkali menjadikan kita lemah, kita jadi panik dan kuatir. Apakah itu karena masalah pribadi, keluarga maupun pekerjaan. Apakah itu masalah ekonomi menyangkut kebutuhan hidup kita ataupun lainnya.

Gambaran ini menyatakan kepada kita, supaya kita jangan pernah sekali-kali mengandalkan kekuatan manusia, harta ataupun jabatan selain Kristus. Sebab hal-hal tersebut suatu saat akan mengecewakan kita. Sebagai keluarga kristen kita harus mengandalkan Tuhan sebab di luar Tuhan kita pasti tidak dapat berbuat apa-apa. Siapa yang mengandalkan Tuhan pasti akan diberkati-Nya (bdk. Yeremia 17:7-8). Amin.

Doa: Tuhan Yesus ajarlah keluarga kami untuk setiap saat berseru dan mengandalkan kuasa-Mu, supaya kami menjadi kuat dan setia kepada-Mu. Amin.






Source: RHK Sinode GMIM 2016


EmoticonEmoticon