10/08/2016

Janji Allah Bukan Janji-janjian

GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
RHK Sabtu, 8 Oktober 2016
Yohanes 6:58-59


Sebagai bangsa yang religius (beragama), kita semua sangat bersyukur, karena pada bulan Desember tahun 2015 yang lalu, semua kita telah mengambil bagian dalam pesta demokrasi, pemilihan kepala daeerah dan telah memiliki gubernur dan wakil gubernur yang baru, walikota dan wakil walikota serta bupati dan wakil bupati yang baru. Bahkan sudah beberapa bulan ini sesudah pelantikan kita mulai hidup bermasyarakat untuk menikmati apa yang mereka janjikan dalam kampanye politik yang lalu. Walau kita tidak berharap lebih terhadap realisasi janji mereka, tetapi kita meminta konsistensi dan komitmen dari janji yang mereka ucapkan, mengingat pada kenyaaannya banyak janji-janji yang hanya tinggal janji, inilah realitas manusia.

Akan tetapi, terlepas dari apa yang menjadi janji politik mereka, kia tentu sangat memahami bahwa secara umum janji yang diucapkan oleh manusia adalah janji "janji yang labil", maksudnya pasti akan berubah sesuai dengan kondisi yang ada disekitarnya, baik disebabkan oleh pengaruh perbedaan kebutuhan pada lingkungannya atau pengaruh perbadaan pada konsep politik. Tetapi janji Tuhan akan selalu tetap dan kekal. Itu sebabnya janji tentang roti kekal yang turun dari sorga, pasti berbeda dengan roti(makanan=materi) yang disediakan oleh dunia ini

Oleh karena itu, sebagai keluarga dan rumah tangga Kristen, kia diajak oleh Firman ini yaitu Roti Hidup untuk terus menerus hidup dalam ketaatan dan kesetiaan terhadap janji yang diberikan Allah kepada kita. Itulah "Janji Allah".
Amin.

Doa: Ya Tuhan, berilah kami hati yang teguh untuk dapat  memelihara janji-Mu dalam hidup kami selama-lamanya.
Amin




Source: RHK Sinode GMIM 2016


EmoticonEmoticon