10/09/2016

Jabatan adalah Anugerah Tuhan, Tema Mingguan MTPJ 9-15 Oktober 2016

GoInspirit-MTPJ
GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat
MTPJ 9-15 Oktober 2016
Bahan Alkitab : Yesaya 22 : 15 – 25


TEMA BULANAN: “Gereja yang Dibaharui Harus Terus Menerus Membaharui Diri”
TEMA MINGGUAN : “Jabatan adalah Anugerah Tuhan”

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Jabatan adalah bagian atau cabang dari suatu organisasi yang besar yang mempunyai tanggung jawab dan fungsi yang spesifik (menurut Wikepedia, ensiklopedia bebas.) yang dimaksud dengan spesifik adalah sesuatu yang khusus dalam sebuah tugas pekerjaan yang memiliki karakteristik yang berbeda pada tiap-tiap pekerjaan atau tugas, oleh sebab itu jabatan tidak membedakan antara atasan dan bawahan dalam suatu organisasi. Sebab jabatan memiliki wewenang masing masing yang dapat diukur pada kinerjanya yang berhasil dari suatu pekerjaan yang dipercayakan.

Ada perbedaan esensial antara pemimpin Kristen dan pemimpin sekuler, Yesus menyatakan “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (band. Markus. 10:42-45).

Dengan demikian jabatan rohani muncul bukan menurut kemauan atau ambisi pribadi yang harus melalui proses penilaian manusia (sekuler), melainkan karena tindakan Allah yang mempersiapkan, memanggil, menetapkan dan membim-bingnya dalam mencapai tujuan-tujuan dari Allah. Misalnya  dalam Perjanjian Lama: Musa dan Yosua  (Keluaran 4; Yosua 1); Harun dan keturunannya dalam jabatan keimaman (Keluaran 28:1); para Hakim (Hakim-Hakim. 2:16); Saul (1 Samuel 10:1), Daud (1Samuel 13:14; 2 Samuel 7), Salomo (1Raja-raja 8) para nabi. Dalam Perjanjian Baru, Kristus memilih, mempersiapkan, dan mengutus keduabelas rasul-Nya diberi karunia-karunia rohani untuk melaksanakan pelayanan di dalam dan melalui gereja-Nya (1Timotius 4:14).

Terlihat bahwa jabatan yang dimaksudkan Allah bukan hanya dalam arti pelayanan dalam gereja, tetapi juga dalam menduduki jabatan-jabatan di legislatif, eksekutif, yudikatif bahkan kaum teknokrat dan profesi (Roma 13:1-7).

Gereja memandang jabatan sebagai anugerah yang diberikan kepada manusia untuk dikelolah dan dipertanggung jawabkan. Pada kenyataannya banyak orang yang melihat bahwa jabatan adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Ada yang menyalah-gunakannya untuk memperkaya diri, dan meman-faatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, keluarga dan kelompok itulah sebabnya tema minggu ini ialah “Jabatan adalah Anugerah Allah”.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Yesaya hidup dan menghadapi tiga masa kekuatan, ancaman dan pengaruh sosial yang keras. Yakni : a.) Pengaruh ekspansi bangsa Asyur yang kuat. b.) Menghadapi suasana keruntuhan Kerajaan Israel (bagian Utara). c.) Memandang kemerosotan rohani dan moral di Yehuda (bagian selatan).

Yesaya adalah nabi yang tegas dan keras menegur para pejabat  Israel maupun Yehuda. Antara lain Ahas raja Yehuda, agar  tidak mengharapkan bantuan dari Asyur ketika hendak melawan Israel (saudara mereka di kerajaan utara) dan  Aram; ia juga mengingatkan Raja Hizkia, setelah kejatuhan Israel tahun 722 SM, agar jangan bersekutu dengan bangsa asing menentang Asyur. Ia menasihati agar percaya kepada perlindungan  Tuhan  (Yesaya 7:1-9; 30:1-17).

Yesaya juga tidak gentar menegur pegawai pegawai Hizkia antara lain “Sebna” pejabat tinggi istana (Yesaya 22:15). Sebna  menggunakan jabatannya untuk kepentingannya sendiri. Hal ini sangat berbeda dengan hati Yesaya yang tidak setuju dengan kinerja Sebna yang korup (bandingkan ay 4 dan 12-13; bdk 15:5; 16:9; 21:2-3). Teguran dan nubuatan Yesaya kepada Sebna tergolong sangat keras dan memiliki ketegasan dengan ucapan-ucapan Yesaya yang lansung memegang secara personal.  Bahwa Sebna akan digulingkan dan akan digantikan oleh Elyakim.

Tindakan Sebna membuat kubur batu yang mewah dan memperkaya diri sebagai simbol kebesaran dan kemuliaannya dan hal itu merupakan puncak dari korupsinya. Yesaya bernubuat bahwa oleh tindakan tersebut, maka ia akan digantikan oleh Elyakim, seorang pejabat yang saleh, sebagai hukuman Tuhan.  Ia akan dilemparkan dari jabatannya bahkan dibuang ke luar negeri (17) dan menjadi budak yang hina.

Elyakim diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk meng-gantikan Sebna. Ia anak Hilkia yang diangkat menjadi kepala Istana (2 Raj 18:18)). Ia memegang jabatannya dengan jujur. Dia diberi “gantungan” tugas yang dipercayakan Tuhan untuk diemban (22-24). Tetapi mengapa “gantungan” itu kemudian patah sehingga tanggungannya hancur (25)? Nubuatan ini juga hendak dikatakan Yesaya  bahwa Elyakim di kemudian hari akan menyalahgunakan kepercayaan itu dengan memanfaatkan jabatan tersebut untuk menguntungkan saudara-saudaranya. Maka perikop ini hendak menyatakan bahwa: jika Sebna menyalahgunakan jabatannya dengan korupsi, maka Elyakim dengan nepotisme. Itu berarti baik Sebna maupun Elyakim  tidak ada yang dapat dipercaya lagi. Keduanya menyalah-gunakan kepercayaan yang Tuhan berikan. Korupsi dan nepotisme sangatlah merajalela dalam kekuasaan pada saat itu.

Yesaya mengingatkan bahwa jabatan adalah kehendak Tuhan yang harus diatur dengan baik, karena jabatan adalah anugrah dengan konsekuensi tanggung jawab. Sebab dengan memiliki kerajaan yang besar dan kuat tapi bila dalam pengaturan kepemerintahan memiliki pejabat-pejabat yang lemah dalam soal korupsi dan nepotisme, hal itu pasti akan menghancurkan sebuah kerajaan. Sebagaimana peringatan Yesaya pada ayat ayat sebelumnya tentang keadaan penduduk Yerusalem (ay 9-11), sistem pemerintahan yang lemah, infrastruktur dan tembok yang rusak berada di depan mata mereka namun dibiarkan, bahkan penduduk Yerusalem melakukan kehendak mereka masing-masing, dan lebih diperparah lagi dengan keadaan  para pejabat yang sibuk dengan “pencitraan” dan melakukan kepentingan masing-masing, sehingga Yesaya melihat jabatan yang dianugerahkan itu telah disalahgunakan oleh para pejabat istana. Hal ini dinubuatkan Yesaya kepada Sebna dan Elyakim dengan keras dan tegas.

Makna dan Implikasi Firman

Korupsi dan nepotisme telah menggerogoti bangsa Yehuda, demikian juga terjadi pada setiap bangsa di dunia termasuk bangsa kita saat ini. Fenomena yang di publikasikan oleh media tentang persoalan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) semakin merajalela dalam sendi-sendi kehidupan, baik pada jabatan kenegaraan (formal), jabatan non formal, (organisasi masya-rakat, Lembaga Sumberdaya Masyarakat) dan jabatan-jabatan in-formal (keluarga) termasuk juga jabatan di dalam gereja! Yesaya dalam perikop ini menegur kita, agar janganlah kita kotori jabatan yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita, mengingat jabatan adalah anugerah yang harus kita per-tanggungjawabkan, sebab ia memiliki konsekwensi tanggung jawab. Sebagaimana Sebna harus menerima konsekuensi pergantian bahkan mengalami kesusahan dikemudian hari begitu pula konsekuensi kita yang tidak bertanggung jawab dalam jabatan yang dipercayakan.

Memperkaya diri, mementingkan diri dan kelompok tertentu dengan memanfaatkan kedekatan dengan pejabat, serta pejabat memanfaatkan masyarakat adalah tindakan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Hal ini akan terjadi kesenjangan sosial yang mengakibatkan kecemburuan, iri hati, dendam dan kekerasan. Jika kita tidak mampu menggunakan jabatan yang kita miliki sebagai anugerah dari Tuhan, kita harus siap mene-rima resiko buruk.

Gereja terus menerus membaharui umat-Nya dengan menem-patkan jabatan sebagai konsekuensi iman dalam hidup tiap-tiap orang percaya. Yang dimulai dengan tanggung jawab jabatan yang meliputi :

Jabatan dalam keluarga: yakni sebagai kepala keluarga, ibu rumah tangga dan sebagai anak melakukan fungsi etika yang saling menghargai kedudukan masing masing untuk memper-lengkapi keluarga kristiani yang berkualitas.
Jabatan non formal: yaitu dalam masyarakat baik pimpinan rukun keluarga, organisasi-organisasi masyarakat dan LSM dipakai sebagai saluran berkat dan kontrol sosial yang objektif yang secara sistimatis ditata sebagai bagian dalam kesaksian gereja.
Jabatan formal: meliputi jabatan struktural dan fungsional bagi pegawai negeri maupun swasta, di mana peran orang-orang percaya yang duduk di lembaga legislatif, yudikatif dan eksekutif memerlukan kontrol iman yang bertanggung jawab terhadap jabatan yang dipercayakan untuk kesejahteraan kota.
Jabatan dalam gereja : Yang meliputi tugas sebagai pimpinan Gereja dengan fungsi masing masing yakni Pendeta, Penatua, Syamas, Guru Agama komisi pelayanan kategorial BIPRA, Komisi-komisi kerja dan Badan-badan, usaha-usaha lainnya. Di mana dapat membawa suara kritis profetis gereja yang menyaksikan tanggung jawab iman, yang tidak dicemari oleh kekuatan sekuler atau kepentingan kelompok, keluarga atau pejabat pemerintah, tetapi didasari oleh komitmen pelayanan pada tanggung jawab kepada Tuhan.
Jabatan apapun memiliki resiko bila arah dan tujuan diarahkan pada pemuasaan diri, serta memperkaya diri akan berakhir pada pemiskinan hidup baik terjadi bagi dirinya maupun mereka yang turut serta dalam tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

Apa yang dapat kita pahami tentang jabatan yang di miliki Sebna dan Elyakim dalam pandangan kristen menurut perikop Yesaya 22:15-25?
Bagaimana pandangan kita tentang jabatan sebagai anugerah Allah yang harus dipertanggung jawabkan?
Apakah jabatan yang ada pada kita telah mencerminkan kekuatan “rohani” atau justru pengaruh “sekuler”? Faktor faktor apa yang mempengaruhi dan bagaimana Gereja membaharuinya? 
POKOK-POKOK DOA:

Kepada para pejabat negara, pejabat swasta dan pejabat gereja agar dapat menjadikan jabatan sebagai anugerah yang bertanggung jawab.
Agar supaya gereja terus menerus dibaharui melalui jabatan warga gereja untuk menjadi berkat bagi bangsa dan negara.
Supaya keluarga kristiani (GMIM) dapat mempergunakan jabatan apapun dalam hidupnya sebagai berkat bagi banyak orang. 
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Kemuliaan Bagi Allah: KJ No. 4 Hai Mari Sembah

Ses Doa Penyembahan: Besar Anug’rahMu

Pengakuan Dosa: NNBT No. 10 Ya Tuhan Yang Kudus

Janji Anugerah Allah : KJ. No. 40 Ajaib Benar Anugerah

Puji-pujian: Sukacita Melayani

Ses. Pemb Alkitab: NKB No. 210:1,4 Kuutus Kau

Ses Pengakuan Iman: NKB No. 211 Pakailah Waktu Anug’rah Tuhanmu

Persembahan : NKB No. 126 Tuhan Memanggilmu

Nyanyian Penutup: KJ. No. 265 Bila Tugasku Kelak Selesai 

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.






Source: MTPJ Sinode GMIM 2016


EmoticonEmoticon