10/28/2016

Tak Bercacat Sampai pada Hari Tuhan

GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
RHK Jumat 28 Oktober 2016

 1 Korintus 1:8

Dalam suatu perlombaan paduan suara pasti setiap kelompok peserta akan berusaha mempersiapkan diri dengan baik bila ingin memperoleh penghargaan terbaik. Kualitas vokal, pengolahan lagu, penampilan dan sebagainya harus dimiliki dan dikuasai dengan baik tanpa kesalahan sekecil pun ketika mengikuti lomba.

Begitu pula dalam hal beriman, seperti dalam bacaan hari ini, rasul Paulus menasehatkan agar umat Tuhan tetap memelihara kualitas iman agar tidak bercacat (tidak berkekurangan dan tidak tercemar dengan hal duniawi) sampai pada hari kedatangan Tuhan.

Firman Tuhan pada hari ini mengingatkan kepada tiap orang percaya agar selalu memelihara kehidupan berimannya supaya tidak dicemari oleh berbagai perbuatan yang mengakibatkan cacat-cela. Tuhan Allah adalah Oknum Ilahi yang akan meneguhkan, memberi jaminan kepada umat-Nya  untuk berada bersama Yesus kelak pada kedatangan-Nya kembali. Keberadaan hidup orang percaya sekarang dan apa yang akan terjadi di masa mendatang, semuanya adalah hasil dari kasih karunia Allah. “Cacat” tidaknya seseorang itu bukan hanya ditentukan oleh manusia tapi kemurahan kasih karunia Bapa Sorgawi. Kapan waktu untuk menyatakan seseorang “bercacat” atau tidak yaitu pada kedatangan Tuhan kembali.

Karena itu sebagai keluarga Kristen kita diajak untuk menjauhi sikap hidup yang “bercacat” seperti tidak setia dalam hubungan suami istri, anak-anak tidak menghormati orang tua, kakak-beradik saling membenci dan tidak hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Biarlah kita hidup tidak bercacat supaya hidup keluarga kita berbahagia dan boleh memberikan keteladanan kepada orang lain sampai Tuhan datang kembali. Amin.

Doa:  Terpujilah Engkau ya Tuhan, karena besar kemurahan-Mu bagi keluarga kami. Diberkatilah kami supaya hidup tak bercela sampai kedatangan Yesus kembali ke dalam dunia. Amin.






Source: RHK Sinode GMIM 2016


EmoticonEmoticon