10/13/2016

Tanggung jawab Iman dalam Jabatan

GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
RHK Kamis, 13 Oktober 2016
Yesaya 22:22-23

Bila perkenanan Tuhan berlaku maka tidak akan ada kekuatan lain yang dapat menghalangi apalagi menghancurkannya. Sebab bila Tuhan berkehendak bagi orang yang dikasihi-Nya maka segala sesuatu dijadikan-Nya sempurna.

Penunjukan jabatan kepada Elyakim bin Hilkia sebagai Kepala Istana kerajaan tidaklah keliru, sebab Tuhan memberkati dia dengan kekuasaan Tuhan. Dengan "menaruh kunci rumah ke atas bahu" itu berarti kepercayaan Tuhan bagi Elyakim teruji dan berkenan. Kepercayaan memangku jabatan bila kita terima sebagai anugerah dari Tuhan maka apapun tugas dan pekerjaan kita akan terasa ringan di pundak (bahu) walau berat dan banyak tekanan.

Sebab apa yang Elyakim "buka tidak ada yang yang dapat menutupnya", artinya kepercayaan Tuhan menduduki jabatan diikuti dengan perlindungan-Nya.

Bila kita mendapatkan jabatan yang kita miliki, kita tidak akan gentar menghadapi persoalan oleh karena kepercayaan itu. Bagaikan gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh, tidak akan terlepas. Bahwa jabatan kita tidak akan tergantikan oleh karena godaan kekuasaan dan kerasukan kekayaan. Jabatan yang terikat oleh kekuatan Tuhan ini adalah jabatan yang disertai tanggungjawab iman.

Sebab bila kita benar memahaminya itu bagaikan "kursi kemuliaan" bagi kaum keluarga kita. Maksudnya menggunakan jabatan dengan baik maka itu akan menjadi penghormatan bagi kaum keluarga. Amin

Doa: Jadikankanlah jabatan yang engkau anugerahkan sebagai tanggungjawab iman, sehingga jabatan yang diemban dapat dirasakan baik oleh orang lain. Amin




Source: RHK Sinode GMIM 2016


EmoticonEmoticon