10/16/2016

Tuhan Menghukum dan Memulihkan Untuk Keadilan, Tema Mingguan MTPJ 16-22 Oktober 2016

GoInspirit-MTPJ
GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat
MTPJ 16-22 Oktober 2016
Bahan Alkitab: Yeremia 12:1-17


TEMA BULANAN   : 
"Gereja yang dibaharui Harus Terus Menerus Membaharui Diri"

TEMA MINGGUAN :
"Tuhan Menghukum Dan Memulihkan untuk Keadilan"


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Gereja sebagai persekutuan orang percaya, terpanggil untuk bersaksi, bersekutu dan melayani. Sadar atau tidak gereja akan selalu menghadapi berbagai tantangan baik dari dalam yang berkaitan dengan kelembagaan, dan diri orang percaya maupun dari luar seperti ajaran yang berbeda dan lainnya.

Berhubung dengan banyaknya masalah yang datang dalam tubuh gereja itu sendiri, lebih khusus dalam hal penegakan disiplin terhadap pemimpin (pelsus) maupun warga gereja yang melakukan pelanggaran berkaitan dengan kode etik kepelayanan, maka gereja perlu melakukan penegakan disiplin untuk pelanggaran ini. Dalam arti gereja harus juga tetap melakukan pendisplinan, walaupun disisi lain lain gereja juga harus tetap memberi ruang untuk pertobatan dan pengampunan.

Penghukuman dan pemulihan ternyata harus dilihat sebagai satu paket keselamatan dari Allah. Inilah yang menjadi alasan pemilihan tema untuk mengingatkan gereja tentang realitas warga gereja yang selalu ada didua sisi yaitu penghukuman dan pemulihan. Gereja Harus memahami kedua hal ini sebagai bentuk keadilan Allah.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Yeremia adalah kitab yang menceritakan tentang kehidupan dari seseorang nabi yang bernama Yeremia, artinya "YHWH" membangkitkan". Adapun nabi Yeremia ini terpanggil untuk untuk melayani pada masa pemerintahan Yosia (638-608 SM), Yoahus, Yoyahim, Yoyakim dan Zedekia. Ia menubuatkan tentang kehancuran Yerusalem dan Kanisa oleh orang Babel.

Yeremia Pasal 12:1-17 berbicara tentang khotbah, pengakuan dan perumpamaan. Ayat 1-6 disebut sebagai bagian dari 4 pokok khotbah tentang pengakuan ("confession"). Adapun sifat pengakuannya adalah tunggal. Dimana Yeremia digambarkan sedang melakukan pembicaraan yang akrab dengan Allah yang bersifat keluhan atas penderitaan tetapi juga bersifat permohonan kepada Allah untuk penghukuman/ pembalasan kepada lawan-lawannya. Yeremia tergambar sebagai seorang umat yang menyatakan keberadaannya terhadap keadaan dirinya terlebih tentang keadaan dari lawan lawannya yang kelihatan dibiarkan Allah.

Dimana lawan-lawannya (orang fasik) kehidupan mereka bertumbuh subur dan berbuah sehingga terkesan sukses, padahal menurut Yeremia mereka harus dihukum, ditarik keluar seperti domba-domba sembelihan (ayat 3). Yeremia kuatir keadaan orang-orang fasik tidak diperhatikan oleh Tuhan (ayat 4) seolah-oleh mereka dibiarkan melakukan apa saja, termasuk hal yang merugikan terhadap Yeremia dan bangsa Yehuda. Yeremia juga meminta tindakan Allah untuk menolong dirinya karena ia telah menjadi orang yang menderita dikhianati oleh saudara-saudarannya, kakinya seperti terikat (ayat5-6). Yeremia melanjutkan lagi kekecewaan, kepedihannya yang rupanya telah sampai pada puncaknya. hal ini nyata pada suatu keputusan imannya untuk meninggalkan kediamannya (ayat7). 

Selanjutnya, keputusan Yeremia ini semakin dipicu karena keadaan dirinya. Ia merasa seperti orang yang terbuang di tempatnya sendiri (ayat 8), ia begitu prihatin dengan keadaan bangsanya yang dihiaskan dengan "kerumunan burung belang dan burung buas". Dan dalam mengekspresikan kesedihannya ia memakai perumpamaan singa dan burung belang. Bahkan lebih mengecewakan lagi Yeremia melihat pemimpin-pemimpin waktu itu seharusnya menjadi gembala yang melindungi dan memelihara, justru mereka merusakkan kebun anggurnya (ayat 10-13).

Kata gembala, pembinasa keji, dan penghancur lebih pada gambaran tentang koreksi total Yeremia terhadap sikap para pemimpin diwaktu itu menurutnya sangat buruk. Yeremia sangat tegas menolak cara hidup lawan-lawannya.

Yeremia digambarkan juga sebagai nabi pengampun yang mau berdoa dan memberi kesempatan untuk suatu pertobatan. Yeremia menunjukkan bahwa Allah tidak mentolerir perbuatan dosa dari umat-Nya sehingga Allah berfirman akan mencabut bangsa Yehuda dari tanah mereka (Ayat 14-17), Jelas terlihat bahwa Allah bukan saja memulihkan bangsa Yehuda tetapi juga memberkati dengan berlimpah secara jasmani. Hal itu dimungkinkan terjadi bila bangsa Yehuda mau kembali taat dan beribadah kepada Allah dan itulah yang akan memulihkan hubungan bangsa Yehuda dengan Allah.

Makna dan Implikasi Firman
  • Yeremia digambarkan sebagai nabi yang sedang menyatakan keluh kesahnya kepada Allah tentang kenyataan hidup yang dihadapi. Yeremia merasa bahwa dirinya ditinggalkan Allah. Yeremia juga merasakan bahwa Allah telah bertindak tidak adil baginya.
  • Yeremia menggambarkan lawan-lawannya yang menyakitinya seperti singa, burung belang, pembinasa keji, sebenarnya adalah penggambarkan dari kelompok orang yang selalu berbuat jahat. Kelompok ini telah menjadi penyebab penderitaan bagi Yeremia dan umat Yehuda.
  • Penghukuman bagi Yeremia adalah sesuatu yang harus dilaksanakan terhadap orang orang yang berbuat jahat sebagai bentuk tindakan Allah untuk menghentikan perbuatan jahat mereka. Sedangkan pemulihan adalah tindakan sesudah penghukuman sebagai bentuk pengampunan terhadap orang-orang yang telah berbuat jahat.
Hal hal diatas inilah yang menjadi dasar refleksi perenungan firman tentang realitas gereja masa kini. Dimana kita sadari gereja akan selalu berhadapan dengan orang-orang yang berbuat jahat. Dalam situasi seperti ini warga gereja sering merasakan perlakuan tidak adil karena melihat realitas orang-orang tidak benar namun hidup seperti diberkati, padahal dibalik ketidak-adilan yang kita lihat, justru disanalah Allah tengah menunjukkan kasih-Nya.

Zaman sekarang banyak yang menganggap perbuatan dosa itu adalah hal yang biasa. Karena dianggap hal yang biasa sering dimaklumi atau diterima saja, sehingga tak jarang ada hal-hal yang jahat akhirnya mulai dianggap lumrah bahkan dilegitimasi (disahkan) oleh ukuran-ukuran etika yang berkembang dalam dunia dewasa ini, antara lain perkawinan sejenis, kumpul kebo, perkawinan dibawah umur, kawin kontrak. 

Alkitab melarang dengan tegas dan keras setiap kejahatan, bahwa TUHAN menyatakan tidak ada tempat bagi orang cabul, penyembah berhala, pezinah, banci pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu, tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah (1 Korintus 6:9-10).

Perselingkuhan rohani juga adalah bentuk penyalahgunaan penatalayanan gereja diambil oleh pihak pihak tertentu. dan disatu sisi gereja berhadapan dengan sikap warga gereja yang mendua hati dalam persekutuan: aktif sebagai warga gereja tetapi memegang kekuatan "magis", atau ,menjadi anggota pada dua gereja yang beda, bahkan berkompromi dengan orang yang berkeyakinan lain (sinkritisme).

Pada sisi lain gereja berhadapan dengan bentuk-bentuk kekerasan, baik yang dilakukan secara pribadi, kekerasan rumah tangga, kelompok dan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Keadaan seperti inilah yang membuat gereja terpanggil untuk dapat bersikap seperti Yeremia, walaupun disatu sisi menjadi kelompok yang menderita tapi gereja tidak boleh kehilangan jati dirinya dalam menolak segala bentuk kejahatan dan kekerasan. Disisi lain Gereja harus tetap memberi ruang untuk pertobatan dan pemulihan.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
  1. Apa ati penghukuman dan pemulihan menurut kitab Yeremia 12:1-17?
  2. Bagaimana sikap gereja terhadap bentuk kejahatan dewasa ini agar keadilan bisa diwujdkan?
NAS PEMBIMBING: Amsal 15:3

POKOK-POKOK DOA:
  • untuk orang-orang yang menderita karena kebenaran.
  • untuk menghentikan perbuatan orang yang jahat.
  • untuk pendamaian dan pertobatan bagi bangsa-bangsa.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK III

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Nyanyian Masuk: KJ No 13. Allah Bapa Tuhan
Ses Nas Pembimbing: Selidiki Akan Daku
Pengakuan Dosa: NKB No 19 Dalam Lautan yang kelam
Berita Anugerah Allah: NKB No 34 Setia-Mu Tuhanku Tiada Bertara
Ses Pemb Alkitab: NKB No 206 Mercu Suar Kasih Bapa
Ses Pemb Alkitab: NKB No 356 Tinggalah Dalam Yesus"
Persembahan: KJ.No. 407. Tuhan 'Kau Gembala Kami"
Nyanyian Penutup: NNBT No 28 Ya Tuhan Tolong Aku

ATRIBUT:
Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu diatas gelobang.









Source: MTPJ Sinode GMIM 2016












EmoticonEmoticon