11/24/2016

Jatuh dan Tak Bisa Bangkit Lagi, RHK Kamis 24 November 2016

GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
GoInspirit-Renungan Harian Keluarga

RHK Kamis, 24 November 2016
Nahum 1:14

Mungkin kita pernah mendengar lantunan lagu dari suara merdu Afgan, yang liriknya antara lain berbunyi, “aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi”. Waktu mendengarkan lantunan lagu itu hati kita mungkin berkata, “kasihan sekali”, atau berkata, “bodohnya!”, atau perkataan yang lain.

Firman Tuhan yang kita baca ini, juga bermakna seperti syair lagu Afgan itu. Tapi yang jatuh dan tak bisa bangkit lagi di sini adalah Niniwe atau Asyur. Mengapa? Karena mereka hidup dalam dosa dan berlaku jahat terhadap bangsa-bangsa lain, termasuk kepada Israel, bangsa pilihan Allah.

Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan ada risikonya. Melakukan kebaikan atau kejahatan. Melakukan kebaikan berarti menjadi abdi Allah, yang mengabdi kepada Allah melalui hal-hal yang baik dan bermakna. Orang Kristen adalah Abdi Allah yang menghadirkan kebaikan-kebaikan Allah di mana pun ia berada, karena ia sendiri telah terlebih dahulu mengalami kebaikan Allah, yaitu penebusan dan keselamatan melalui karya Kristus.

Melakukan kejahatan berarti memposisikan diri sebagai musuh Allah. Melakukan kejahatan berarti menjadi abdi si Iblis sumber kejahatan. Menjadi abdi Iblis berarti memilih untuk bersama Iblis dalam penghukuman kekal. Penghukuman atas Iblis sudah divonis. Maka memilih untuk mengabdi kepada Iblis berarti memilih untuk dihancurkan dan dibinasakan, jatuh dan tak bisa bangkit lagi.

Tapi mungkin kita berkata, kalau vonis sudah dijatuhkan kepada yang jahat, mengapa kejahatan masih ada? Jawabnya tinggal tunggu eksekusi. Bila Tuhan mengeksekusi maka kejahatan tak akan ada lagi. Mereka hancur dan binasa, mereka jatuh dan tak bisa bangkit lagi.

Bila ada kejahatan yang dilakukan kepada kita, berdoalah supaya mereka sadar dan bertobat. Bahkan sedapatnya kita cari kesempatan untuk berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita. Siapa tahu dengan kebaikan kita mereka menjadi sadar dan bertobat. Namun, kalau mereka tidak bertobat juga dan terus berkanjang dalam kejahatan, sekuat apapun mereka, saat Tuhan bertindak, mereka pasti jatuh, dan tak bisa bangkit lagi, juga tak bisa berbuat jahat lagi terhadap kita. Amin.

Doa: Tuhan bila kami jatuh, angkat kami bangkit dari keterpurukan yang tak bermakna menjadi abdi-Mu melakukan kebaikan dan kebenaran dalam hidup ini. Amin.




Source: RHK Sinode GMIM 2016


EmoticonEmoticon