11/13/2016

Karakter Buruk Merusak Jati Diri dan Persekutuan, Tema Mingguan MTPJ 13-19 November 2016

GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat
GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat
MTPJ 13-19 November 2016
Bahan alkitab: Obaja 1:1-16


TEMA BULANAN: 
“Gereja yang Dibaharui Harus Terus Menerus Membaharui Diri”

TEMA MINGGUAN :
 “Karakter Buruk Merusak Jati Diri dan Persekutuan”

ALASAN PEMILIHAN TEMA

“Nila setitik merusak susu sebelanga’’, pepatah tua yang cukup populer ini menunjuk kepada akibat kesalahan atau kejahatan seseorang sekecil apapun akan merusak keseluruhan (karya) atau kebaikan yang besar. Kesalahan seseorang dalam satu organisasi atau persekutuan akan menghancurkan organisasi atau persekutuan itu. ‘Setitik’ saja sudah merusak apalagi dalam jumlah yang banyak, besar bahkan sistematis, yang mengakibatkan kehancuran bagi persekutuan gereja, maupun masyarakat, bangsa dan negara.

Sehebat apapun yang dikaryakan kalau ditandai atau dinodai dengan sikap, perilaku bahkan karakter buruk, akan sia-sia dan menghancurkan diri sendiri, keluarga dan persekutuan. Tema mingguan:‘’Karakter Buruk Merusak Jati Diri dan Persekutuan’’ sengaja diangkat untuk mengingatkan kita bahwa karakter buruk hanya akan berakibat buruk bagi kita semua dan itu dibenci Tuhan seperti Tuhan membenci Edom. Sebaliknya, kehadiran kita dalam persekutuan justru menjadi berkat bagi gereja dalam upaya terus membaharui dirinya, sebagaimana yang menjadi tema bulanan pelayanan gereja kita.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Penulis kitab Obaja adalah nabi Obaja. Obaja artinya ‘’Hamba Tuhan.’’ Kitab Obaja merupakan kitab terpendek dari kitab-kitab para nabi, bahkan paling pendek dalam Perjanjian Lama. Sebab hanya berisi 1 pasal dan 21 ayat saja. Tercatat  ada sekitar 13 nama Obaja dalam Alkitab (mis. IRaja-raja 18:3-16; IITawarikh 17:7; IITawarikh 34:12-13).

Meskipun terdapat catatan-catatan lain, namun sebagian besar para ahli meyakini bahwa Kitab Obaja ditulis sekitar tahun 840 Sebelum Masehi. Nubuat Obaja terjadi saat orang Edom bersukacita atas penyerbuan Yerusalem yang dilakukan oleh pasukan Filistin dan Arab pada masa pemerintahan Raja Yoram, sekitar tahunn 848-840 Sebelum Masehi (II Tawarikh 21:16-17). Selain bersukacita karena penyerbuan itu, orang Edom juga ikut serta menjarah Yerusalem.

Menjelang terjadinya peristiwa ini, orang Edom (yang dikuasai Yerusalem) telah berhasil membebaskan diri dari penjajahan bangsa Israel (IITawarikh 21:8-10). Peristiwa kejatuhan bangsa Israel ke tangan musuhnya membuat bangsa Edom ber-sukacita.

Sebagian dari latar belakang nubuatan ini mengingatkan kembali pada Kejadian 25:19-34; 27:1-28:9 yaitu persaingan berkepanjangan di antara Esau (bapak orang Edom) dan Yakub (bapak ke-12 suku Israel). Sekalipun kita membaca dalam kitab Kejadian tentang perdamaian ke dua saudara ini (Kejadian 33:1-20), kebencian di antara keturunan mereka sering kali menimbulkan pertempuran sepanjang sejarah alkitabiah (bandingkan. Bilangan 20:14-21; ISamuel 14:47; IISamuel 8:14; IRaja-raja 11:14-22). Sesuai dengan sejarah permusuhan mereka, orang Edom bersukacita karena kesulitan Yerusalem. Sikap bangsa Edom inilah yang dibenci Tuhan dan karena itu munculah nubuat Obaja tersebut.

Kitab Obaja terdiri atas dua bagian utama. Di bagian pertama (Obaja 1:1-14), Allah mengungkapkan melalui sang nabi ketidaksenangan-Nya dengan Edom dan menuntut pertang-gungjawaban karena dosa-dosa mereka seperti: keangkuhan hati yang telah memperdayakan mereka, karena merasa aman tinggal di liang-liang batu, yang tinggi; sehingga mereka berkata: “Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?”. Tentang hal ini Tuhan sendiri berkata: “Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, dari sana pun Aku akan menurunkan engkau; malam-malam pencuri atau perampok datang kepadamu mereka akan mencuri  tanpa meninggalkan sisa”. (ayat 4,5). Seperti yang terjadi pada kaum Esau (6); akan diusir, diperdayakan, dikalahkan oleh sahabat-sahabatnya (ayat 7); Tuhan akan melenyapkan  orang-orang bijaksana dari Edom, dan pengertian dari pegunungan Esau,  para pahlawanmu, dan semua orang di pegunungan Esau lenyap terbunuh (ayat 8,9);

Karakter buruk Edom lainnya adalah kekerasan terhadap saudaranya Yakub, akibatnya ia dicela dan akan dilenyapkan untuk selama-lamanya (ayat 10); ia berperilaku seperti orang yang mengangkut kekayaan Israel ( ayat 11);  memandang rendah, bersukacita dan membual pada hari kemalangan, kebinasaan dan kesusahan saudaranya (ayat 12); memandang ringan malapetaka, merengut kekayaan, melenyapkan orang yang luput dan  menyerahkan orang yang terlepas dari kesusahan (ayat 13-14). Obaja menubuatkan bahwa perbuatan buruk  mereka akan menimpa kepala mereka sendiri dan akan lenyap seperti bangsa lain karena berhadapan dengan kekudusan Tuhan (ay 15-16)

 Makna dan Implikasi Firman

Obaja mengingatkan bahwa kesombongan merupakan dosa yang sangat dibenci Allah, seperti bersukacita di atas penderitaan orang lain.

Keangkuhan, kesombongan dan kesewenang-wenangan serta sikap memandang rendah dan menghina umat Tuhan, akan dibalas setimpal dengan perbuatannya.

Tuhan mengasihi orang yang mengasihi sesamanya. Tuhan tidak suka dengan orang yang membenci sesamanya. Bangsa Edom sepertinya senang melihat Yerusalem susah/menderita dan mereka (Edom) susah melihat Yerusalem senang. Karenanya mereka menari-nari atas kejatuhan Yerusalem.

Sikap dan karakter buruk seperti yang dilakukan Edom tersebut tentunya tidak dikehendaki Tuhan terjadi dalam kehidupan kita umatnya dewasa ini. Sebab, sifat dan karakter seperti itu selain merusak persekutuan bersama, tetapi juga menghancurkan diri sendiri.

Kesombongan, senang lihat orang menderita dan membenci saudara merupakan karakter buruk yang menjerumuskan dan bisa mempedaya diri kita sendiri. Karenanya karakter demikian harus ditinggalkan oleh para pengikut Kristus dalam per-sekutuan dan pelayanannya. Sebab karakter buruk seperti itu hanya akan merusak dan menghancurkan jati diri kita bahkan juga merusak persekutuan gereja. Sebaliknya, kita harus membangun karakter yang baik saling mengasihi dan saling menopang antara satu dengan yang lain, sehingga gereja Tuhan terus dibangun dan dibaharui dan boleh menjadi berkat baik bagi umat Tuhan, bahkan bagi bangsa dan negara.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Sebutkan dan jelaskan perbuatan-perbuatan buruk Edom yang tidak dikehendaki Tuhan dan  apa yang dilakukan-Nya atas mereka ?
  2. Adakah karakter-karakter buruk yang merusak keluarga, jemaat dan masyarakat yang patut dihindari dan bagaimana cara mengatasinya ?
  3. Bagaimana cara membentuk karakter yang baik ?

POKOK-POKOK DOA:

  • Pertolongan Tuhan agar terhindar dari  karakter buruk
  • Menjadi berkat bagi sesama
  • Para pelayan tidak terjebak pada perilaku buruk yang merusak jati diri.


TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Kemuliaan Bagi Allah: NNBT No. 2 Dunia Tercipta Oleh Kar’na Tuhanmu

Doa Penyembahan: NNBT No. 4 Naikkan Doa Pada Allah

Pengakuan dosa: NNBT No. 8 Banyak Orang Suka Diampuni

Janji Anugerah Allah: NNBT No. 9 Ku Akan Selalu Bersyukur

Ses Puji-pujian: NNBT No. 26 Tuhan Yesusku Mutiara Hatiku

Ses Pembacaan Alkitab:  NKB No. 119 Nyanyikan Lagi Bagiku

Ses Pengakuan Iman: NNBT No 7 Mari Puji Tuhan Yesus

Persembahan: NNBT No 15 Hai Seluruh Umat Tuhan

Penutup: NNBT No 34 Tuhanlah Perlindunganku 

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


EmoticonEmoticon