11/21/2016

Perancang Kejahatan, RHK Senin 21 November 2016

GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
GoInspirit-Renungan Harian Keluarga

RHK Senin, 21 November 2016
Nahum 1:11

Merancang kejahatan terhadap Tuhan? Beraninya. Siapakah kita lalu merancang kejahatan terhadap Tuhan? Memangnya mampu melawan Tuhan? Tetapi itulah yang dilakukan oleh kerajaan Asyur. Mereka menjadi Kerajaan yang kuat, lalu dengan kekuatannya menindas bangsa-bangsa lain termasuk Israel, bang-sa pilihan Allah. Mereka telah menghancurkan Israel Utara dan membuang penduduknya ke kota-kota mereka. Lalu mereka juga hendak menggempur Israel Selatan, padahal tanpa digempur juga Israel Selatan memang telah berada di bawah penjajahan mereka. Tapi mereka masih merencanakan untuk menghancurkan Yerusalem dan mengangkut penduduknya untuk dibuang ke negeri mereka. Bagi Tuhan ini merupakan rancangan kejahatan terhadap-Nya. Memerangi Israel berarti menghadapi Allah Israel.

Memang Israel ada salahnya terhadap Tuhan. Penderitaan mereka di bawah jajahan Asyur saat itu adalah teguran Tuhan supaya mereka bertobat. Asyur dipakai Tuhan untuk menegur Israel yang berpaling dari jalan Tuhan. Tapi bukan berarti Asyur boleh sewenang-wenang juga. Sebab mereka mau menunjukkan kekuatan mereka kepada Tuhan, Allahnya Israel. Kenyataannya? Tahun 612 SM, Asyur hancur, binasa dan tak pernah bangkit lagi. Tuhan memakai Kerajaan Babilonia untuk menghancurkan Asyur. Begitulah nasib akhir dari orang yang “sok jago”, mau merancang kejahatan terhadap Tuhan.

Kita jangan seperti Asyur. Sekalipun ekonomi sudah kuat, jabatan sudah hebat dan popularitas sudah mantap. Jangan karena kekuatan itu lalu kita merasa hebat dan mau berbuat apa saja, sampai menindas orang lain membuat dia jatuh. Karena kita pikir kita kuat lalu orang yang kita anggap ancaman kita libas dan pihak yang kita anggap musuh kita kerbas, padahal itu hanya pikiran negativ kita. Di mata Tuhan itu bukan semata rancangan kejahatan atas manusia, tetapi rancangan kejahatan kepada Tuhan. Kalau kita sudah kuat secara ekonomi dan jabatan,  seharusnya dengan kekuatan itu kita merancangkan kebaikan kepada sesama kita dan terlebih lagi untuk pekerjaan Tuhan. Amin.

Doa: Tuhan ajarkan kami merancang kebaikan, bukan kejahatan. Segala yang Engkau beri jabatan, ekonomi, popularitas biarlah semua itu kami pakai untuk mewujudkan bahwa kami punya Tuhan yang hebat. Amin.




Source: RHK Sinode GMIM 2016



EmoticonEmoticon