12/24/2016

Bersorak-sorak Menyambut Sang Raja Damai; Khotbah Malam Natal

GoInspirit-Khotbah Malam Natal, Menjabarkan Trilogi Pembagunan Jemaat


TEMA :
“Bersorak-sorak Menyambut Sang Raja Damai”
Bacaan Alkitab :
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11

Saudara jemaat yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, malam ini sangat spesial buat kita semua yang beribadah, karena kita semua sementara menikmati kasih Tuhan yang dashyat. Dia yang menghentar kita ada di malam Natal penuh makna,  kasih, keakraban dan jalinan kasih mesra yang tulus di hati kita masing-masing. Di malam Natal ini, kita semua bersukacita karena iman percaya kita, kembali disegarkan dengan Firman Allah yang meneguhkan pengharapan dan hidup kita, sehingga menyambut Natal Yesus Kristus di malam ini akan mencerahkan kerohanian kita untuk mampu membuka hati, perasaan dan seantero kehidupan kita dengan orang lain terlebih kepada Tuhan Yesus.

Jemaat Tuhan, umat Israel bersorak, bersukacita, bergirang, memuji Tuhan, dengan inti pujian dalam ajakan: Lihat ! Rajamu datang kepadamu; Ia adil dan jaya, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. Bukankah ini adalah luapan kegembiraan,  bahwa seorang raja sudah datang dan luapan sukacita tercurah karena yang  dijemput adalah seorang Raja yang adil. Para penjemput rata-rata adalah putri Yerusalem dan Sion memiliki paras yang cantik bagaikan ratu dunia. Menjemput Raja, tentu dengan tarian, pujian, dan rupa-rupa asesoris/dekorasi dan berbagai aroma wewangian yang baik dan bermutu. Menjemput kedatangan Raja, harus dengan wajah yang riang ceria dan penuh senyum, karena Sang Raja juga datang dengan menebar senyum. Bagi putri Yerusalem dan Sion, ajakan untuk bersorak-sorak adalah suatu seremoni yang mesti dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Raja yang Adil, Jaya, penuh kelembutan, walaupun hanya di atas keledai. Raja ini bukan raja duniawi yang kejam, tidak dengan kereta kuda perang dan diiringi oleh pasukan berkuda yang lengkap. Tetapi Raja yang sangat baik, Peramah, penuh kasih, pembawa damai, mengasihi dan menyayangi umat-Nya.

Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, Raja yang disampaikan dalam kitab Zakharia adalah Raja damai yang akan melenyapkan kereta dari Efrat dan kuda-kuda dari Yerusalem dan busur perang. Dan kekuasaan-Nya dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi. Suatu pemerintahan yang sungguh sangat luas, pemerintahan untuk seluruh bumi, pemerintahan dari  Raja Damai yang berkuasa untuk semua ciptaan, pemerintahan yang sistemnya berbeda dengan yang di dunia. Itulah Raja Mesias, Raja diatas segala raja. Kehadiran Raja Damai di Sion dan di Yerusalem, dinantikan oleh umat sebagaimana dinubuatkan oleh Zakharia. Umat lama merindukan suatu keadaan Damai, keadaan yang kondusif, menanti datangnya suasana yang baru, pola tatanan kehidupan masyarakat yang baru, setelah lama mereka dalam ketidakpastian, kebimbangan dan tekanan dari pihak lain. Maka muncullah berita pengharapan bagi umat, yang membuat mereka bersemangat, termotivasi untuk bangkit dari keterpurukan, kegalauan dan kekecewaan yang mendalam. Itulah sebabnya umat Israel bergirang, bersorak, karena ada harapan baru yang akan dialami.

Jemaat yang diberkati Tuhan, malam ini adalah malam Natal untuk kesekian kalinya kita rayakan. Bukan hanya rutin belaka dan secara seremoni biasa kita lakukan, melainkan malam ini, kita simak makna kedatangan Raja Damai dan harapan baru yang dijanjikan-Nya. Raja damai yang kita nantikan telah lahir di Betlehem sebagaimana kata malaikat; hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus Tuhan di kota Daud. Mari kita sambut Sang Raja Damai, buka hati dan pikiran untuk kedamaian, jauhkan rasa takut, dengki dan amarah, singkirkan sengketa dan konflik  di antara kita, ciptakan hubungan harmonis yang satu terhadap yang lain, hilangkan sifat dan sikap yang angkuh, iri, sombong. Langkahkan kaki ke bait-Nya, ajak seluruh keluarga untuk menyambut lahirnya Sang Mesias, Juruselamat, Penebus dosa, jangan tunda waktunya, jangan buang peluang ini. Malam Natal ini, punya arti tersendiri, Tuhan Yesus datang di hati kita, sudahkah kita mempersiapkan palungan-Nya? Raja Damai datang di rumah kita masing-masing, sudah siapkah kita menyambut dengan hati yang bersih? Kalau masih ada dendam dan dusta, kalau masih ada kepicikan dan kemunafikan, kalau masih ada  dosa-dosa yang so bakarat, mohonkan peng ampunan dan terima pembaharuan melalui Firman Tuhan malam ini.

Saudaraku yang mengasihi Tuhan, di malam Natal ini, lihat di samping kiri kananmu dan di sekelilingmu, jabatlah tangannya dan katakan: “Haleluya, Raja Damai telah Datang, sambutlah!” Inilah salam malam Natal di tahun 2016 bagi kita semua warga GMIM yang menyambut Sang Raja Damai. Kiranya kedamaian menjadi bagian kita keluarga dan jemaat, sehingga besok pada hari Natal Yesus Kristus, kita semua datang bersekutu dan memuji nama-Nya. Mari kita bersorak-sorak menyambut kelahiran-Nya. Terpujilah Tuhan Yesus, Juruselamat dunia. Amin.




Source: Sinode MTPJ Siode GMIM 2016
Image Source: Pixabay


EmoticonEmoticon