12/15/2016

Menanti Yesus dengan Tetap Menyegarkan Hidup Beriman; RHK Kamis 15 Desember 2016

GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
GoInspirit-Renungan Harian Keluarga
RHK Kamis, 15 Desember 2016
Matius 3:9-10


Orang-orang yang datang ke sungai Yordan untuk dibaptis Yohanes memiliki kebanggaan keagamaan bahwa mereka keturunan Abraham. Abraham disebut sebagai bapak segala orang beriman, bapa segala bangsa, dan akar keturunan Israel ditarik darinya. Mengira jika faktor keturunan itu dapat menyelamatkan mereka dari penghukuman, Yohanes membalikkan pandangan yang salah itu. Bahwa Allah dapat menjadikan anak-anak Abraham dari batu-batu ini. Inilah saatnya mereka harus mengambil keputusan dari kejujuran dan ketulusan, memulai hidup baru untuk menerima Kerajaan Allah.

Memiliki kebanggaan terhadap hal-hal yang kita miliki tentu tidak salah. Dampak dari rasa bangga akan membuat seorang bersemangat dan menjaga apa yang dimiliki supaya tetap dipertahankan. Kebanggaan juga membawa orang untuk merasa dihargai dan diakui serta mendorong rasa percaya diri. Namun kebanggaan berlebihan terhadap sesuatu justru melumpuhkan daya berkembang seseorang. Demikian juga manakala kita bangga telah menjadi kristen karena tradisi dan faktor keturunan di tengah keluarga, maka janganlah hal itu justru melemahkan daya beriman kita. Kita tidak mau lagi bersedia menyegarkan hidup keimanan itu. Kita harus giat berdoa, membaca alkitab, beribadah, rajin bekerja, dan selalu terbuka ditegor serta diarahkan oleh firman Tuhan. Bila hal ini tidak dilakukan, tak heran beberapa orang yang kristen yang percaya pada Yesus Kristus dapat berpaling dari imannya semula.

Doa: Ya Yesus Kristus, Tuhan atas perjalanan hidup kami, kami bersyukur untuk anugerah iman yang dinyatakan di tengah keluarga kami selama ini. Tolonglah kami untuk selalu menyegarkan dan membarui hubungan kami dengan Engkau, supaya iman kami kepada-Mu tetap terpelihara sampai selama-lamanya. Amin.


Source: RHK Sinode GMIM 2016


EmoticonEmoticon