12/04/2016

Menyongsong Raja Damai, Tema Mingguan MTPJ 4-10 Desember 2016

GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat
GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

MTPJ 4-10 Desember 2016
Bahan Alkitab: Yesaya 11: 1-10

Tata Ibadah Yang di Usulkan: ⇨ Hari Minggu Advent II


TEMA BULANAN :
“Yesus Datang Menghadirkan Kedamaian, Keadilan dan Keutuhan Ciptaan”

TEMA MINGGUAN :
“Menyongsong Raja Damai”

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Dunia kita semakin jahat. Inilah fakta yang harus kita hadapi. Dunia dalam arti manusia, semakin banyak melakukan apa yang tidak berkenan kepada Tuhan, sebagai akibatnya alam semakin rusak, banyak manusia yang lemah terabaikan, keadilan hanya berpihak pada orang-orang tertentu dan tak sedikit orang hidup dalam permusuhan, saling menyakiti, saling memfitnah dan saling menghakimi untuk saling membinasakan. Itulah sebabnya tak sedikit orang menjadi sinis mengucapkan dimanakah damai bisa ditemukan di dunia ini? Di tengah keluarga ada permusuhan. Di gereja, ada pertengkaran. Di tengah masyarakat, ada perilaku saling menaklukkan dan di mana-mana banyak orang melakukan kejahatan. Hampir tidak ada tempat untuk damai dalam arti yang sesungguhnya. Apakah juga damai tidak akan ditemukan dalam persekutuan hidup orang Kristen? Siapakah yang membawa damai dan bagaimanakah damai itu dapat diwujudkan? Demikianlah banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan kata damai.

Harus diakui bahwa damai dalam dunia ini tidak akan terwujud kalau tidak ada campur tangan Tuhan. Oleh sebab itu di minggu Adven ke -2 kita terajak untuk merenungkan dan menghayati arti damai yang dibawa dan disiapkan Tuhan sendiri agar kita siap menyambut Raja Damai dan dapat mewujudkan damai itu dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini untuk mengingatkan anggota jemaat supaya tidak hanya sibuk dengan perayaan-perayaan yang bersifat seremonial dan material sehingga tak mampu menciptakan suasana damai dalam hidup,  pribadi, keluarga, jemaat dan masyarakat.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Yesaya yang ditulis oleh nabi Yesaya (Ibr: Tuhan menyelamatkan) memperlihatkan bagaimana umat Israel beserta pemimpinnya tidak lagi taat pada hukum Tuhan sehingga mereka dihukum dan terbuang ke tanah Babel. Walaupun demikian mereka tetap dikasihi Tuhan hingga dapat kembali dan membangun Yehuda dan Yerusalem, kotanya dan secara khusus Bait Allah. Oleh perkenanan Tuhan mereka mendapatkan janji Tuhan, pertolongan dan keselamatan-Nya melalui seorang Mesias yang kemudian oleh Perjanjian Baru melihat bahwa Yesus Kristus adalah penggenapan dari janji itu.

Yesaya pasal 11 ini merupakan bagian dari pasal 1 sampai pasal 39 yang berisi nubuatan sebelum terjadinya pembuangan. Nubuatan penghukuman sebagai akibat adanya hidup yang tidak setia (pasal 1), meninggikan diri dan penyembahan berhala, perilaku menyimpang para pemimpinnya dan penolakan serta pemberontakan terhadap hukum Tuhan (1:16-17; 3:1-33:24). Walaupun demikian masa depan yang baik akan kembali menjadi bagian mereka dengan hadirnya Raja Damai yang akan datang sebagaimana yang dinubuatkan Yesaya dalam pasal 11 : 1 – 10.

Raja damai yang dimaksud diidentifikasi sebagai tunas (taruk) yang akan keluar dari tunggul Isai. Tunggul artinya pangkal pohon yang masih tinggal tertanam di tanah sehabis ditebang. Isai adalah ayah Daud. Hal ini menunjuk pada keturunan raja Daud (2 Samuel 7) dan sebagai penggambaran ketika raja-raja Yehuda keturunan Daud disingkirkan dari tahta (586 SM) oleh Babel. Tidak jelas siapa yang dimaksud dengan tunas yang akan keluar dari tunggul Isai itu, tetapi jati dirinya digambarkan sebagai pribadi yang dipenuhi oleh Roh Tuhan. Roh Tuhan ada padanya. Berarti Tuhan diamini berkenan hadir melalui dan di dalam  dia. Roh itu disebut sebagai roh hikmat  dan pengertian, roh nasihat  dan keperkasaan, roh pengenalan  dan takut  akan Tuhan.

Dalam pemerintahannya, raja yang baru dari tunggul Isai itu kesenangannya  ialah takut akan TUHAN, menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, yang tertindas dengan kejujuran, membunuh orang fasik, tidak menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan.

Oleh karena pemerintahan yang demikian maka akan tercipta damai yang diumpamakan seperti keadaan tidak ada permusuhan di mana serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Keadaan damai itu menggambarkan tidak ada orang yang berbuat jahat atau berbuat busuk, maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia. Artinya, dia akan dikenal, menjadi kekuatan dan akan dicari bangsa-bangsa.

Makna dan Implikasi Firman

  • Apa yang dinubuatkan Yesaya tentang raja damai yang dipenuhi Roh Tuhan untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan bagi orang-orang buta, membebaskan orang-orang tertindas, dan untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang, digenapi dalam Yesus Kristus (Luk. 4:18-19) Dengan demikian tahulah kita bahwa kalau Tuhan berfirman pasti akan digenapi-Nya.
  • Sejak Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, bahkan hingga kini Tuhan menghendaki terwujudnya damai dalam hidup umat-Nya, dan ini hanya bisa terwujud jika Roh Kudus hadir dan menuntun kita. Oleh sebab itu mohonlah kepada Tuhan, kiranya Roh-Nya yang kudus hadir dan menuntun kita mewujudkan kedamaian.
  • Setiap orang percaya harus hidup takut akan Tuhan, adil, tidak melakukan kejahatan dan kebusukan. Tanpa melakukan hal-hal ini, tidak mungkin damai akan terwujud malah sebaliknya permusuhan, perpecahan dan segala macam bentuk kejahatan dapat terjadi.
  • Cara terbaik menyambut Raja damai itu, yakni Yesus Kristus adalah , siapkan hati untuk tunduk pada kehendak Tuhan, berdamailah dengan semua orang, bantulah orang lemah dan jadilah saksi yang benar agar semua orang bahkan bangsa-bangsa datang mencari dan menyembah-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Bagaimanakah ciri khas raja damai, karya-Nya dan suasana pemerintahan-Nya ?
  2. Apa saja yang harus dilakukan orang percaya agar dapat mewujudkan damai di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat di minggu-minggu advent ini bahkan dalam perjalanan gereja Tuhan selanjutnya ? 

NAS PEMBIMBING: 2 Korintus 13:11 

POKOK-POKOK DOA:

  • Setiap warga gereja dapat mewujudkan keadilan, menolong orang lemah, menjauhi kejahatan dan perilaku busuk di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat.
  • Bangsa dan negara terus diberkati oleh Tuhan sebagai alat-Nya untuk dapat mewujudkan keadilan.


TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU ADVEN II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan : KJ No. 81 O Datanglah Imanuel

Tahbisan: NNBT No. 4 Naikkan Doa Pada Allah

Ses Nas Pembimbing/Nyanyian Masuk:

Ses Hukum Tuhan : KJ No. 38 T’lah Kutemukan Dasar Kuat

Ses Pengakuan Dosa: NNBT No. 11 Ya Allahku Kami Mengaku Dosa

Ses Pemberitaan Anugerah Allah: KJ No. 93 Tumbuhlah Tunas Baru

Persembahan :PKJ No. 146 Bawa Persembahanmu

Nyanyian Penutup : KJ No. 432 Jika Padaku Ditanyakan.

ATRIBUT

Warna dasar biru muda dengan simbol empat buah lilin berwarna ungu.


EmoticonEmoticon