1/22/2017

Bekerja dan Menabung adalah bagian dari Perilaku Orang Bijak, Tema Mingguan MTPJ 22-28 Januari 2017

GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat
GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

MTPJ 22-28 Januari 2017
Bahan Alkitab : Amsal 13:1-11


TEMA BULANAN : 
“Yesus Datang Menghadirkan Kedamaian, Keadilan dan Keutuhan Ciptaan”

TEMA MINGGUAN : 
“Bekerja dan Menabung adalah bagian dari Perilaku Orang Bijak”


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Bekerja merupakan kesempatan terbaik yang Allah berikan kepada manusia agar setiap manusia dapat membiayai ke-butuhan dan keinginannya. Rene Descartes (1596-1650) memiliki semboyan: Corgito Ergo Sum (aku berpikir maka aku ada) dan dalam perkembangannya saat ini telah berubah atau berkembang menjadi : Laboro Ergo Sum (aku bekerja maka aku ada). Jika kita belajar dariKejadian 3:19a ‘’dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu…’’ maka konsekwensi diusir dari Taman Eden adalah bekerja. Pertanyaan penting bagi kita adalah apakah hasil kerja kita dapat membiayai masa kini dan masa depan? Harus diakui bahwa menyisihkan sebagian hasil kerja untuk di tabung atau di investasikan merupakan langkah bijak sebab kesempatan bekerja secara produktif sangat terbatas karena usia dan tenaga kita di batasi oleh waktu.

Tema minggu ini tentang ‘’Bekerja dan Menabung adalah bagian Perilaku Orang Bijak’’ haruslah dilakukan dengan konsekwen dalam kehidupan warga gereja agar terhindar dari berbagai kesulitan pembiayaan di masa depan. Tidak saja warga gereja, tetapi juga GMIM sebagai organisasi bergereja telah dan sementara menabung Dana Abadi atau Gerakan Satu Triliun (G1T) untuk membiayai gereja dimasa depan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Amsal memiliki arti: ucapan orang bijak, perumpamaan, atau peribahasa berkhikmat. Kitab Amsal berisi syair hikmat  para orang bijak yang diilhamkan Allah dan sebagian besar isi dari kitab Amsal di tulis oleh Salomo sebagai raja Israel.  Membaca kitab Amsal akan membuka wawasan atau cakrawala berpikir. Disamping itu kitab ini sangat mudah dihafal karena menggunakan kata-kata yang sederhana namun mengandung arti yang dalam. Hikmat dalam kitab Amsal ini dihubungkan langsung dengan takut akan Tuhan bukan dengan kepandaian atau pengetahuan yang luas. Dan sebagian besar nasihat bijaksana dalam kitab ini disebutkan dalam bentuk nasihat seorang ayah yang saleh kepada anak-anaknya.

Pendidikan dalam keluarga adalah hal yang utama  mengawali Amsal 13:1-11 Amsal ini berisi nasehat bagaimana seharusnya berperilaku dalam berbagai aspek hidup seseorang supaya menjadi bijaksana (lihat Ams 1: 1-7). Disebutkan bahwa seseorang harus menjaga ucapannya supaya bisa makan dan nyawanya terpelihara (ayt 2-3), tidak boleh malas tetapi rajin supaya diberi kelimpahan (ayat 4), harus hidup benar tidak fasik supaya tidak celaka. Sebab dalam realita ada orang yang berlagak kaya tetapi tidak mempunyai apa-apa, dan ada yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak (ayat. 7). Memang kekayaan itu penting, bisa menjadi tebusan nyawa bagi sese-orang, tetapi juga kalau miskin, orang tidak akan mengindahkan ancaman (ayat 8). Pengamsal mengulang lagi, berarti sangat penting untuk diperhatikan bahwa hidup sebagai orang benar itu harus menjadi hal yang utama karena hidupnya bercahaya gemilang. Sedangkan orang yanghidup fasik pelitanya akan padam (ayat 9). Orang juga tidak boleh angkuh sebab itu menimbulkan pertengkaran, sedangkan orang yang mendengar-kan nasehat mempunyai hikmat.

Sebagai bagian dari tujuan amsal 13 ini, maka orang bijak harus tahu mengatur hartanya, sumbernya, cara mendapatkan-nya dan penggunaannya. Ini yang dikatakan pengamsal di ayat 11: Harta yang cepat diperoleh akan berkurang. Hal ini menunjuk bagaimana cara atau proses mendapatkan harta itu yakni  kalau harta benda yang diperoleh dengan kefasikan, maka harta itu tidak berguna atau sia-sia bahkan bisa mendatangkan maut, kebinasaan atau kematian (band. Ams. 10:2). Selanjutnya kalau orang mengumpulkan sedikit-demi sedikit, menjadi kaya. Mengumpulkan sedikit demi sedikit berarti  adanya upaya seseorang untuk mengumpulkan harta dari hasil  kerjanya secara benar dan harta yang didapat itu tidak dipakai habis, tetapi sebagiannya disimpan dan pada akhirnya menjadi banyak. Ini yang disebut dengan istilah sekarang sebagai tabungan atau investasi bagi masa depan.

Makna dan Implikasi Firman

Dalam realita kerja telah menyita waktu terbesar kehidupan manusia dan semua orang menginginkan pekerjaan. Ada yang telah melewati proses pembelajaran yang panjang tapi belum memiliki pekerjaan, ada yang tanpa melalui jalur pendidikan formal yang panjang bahkan hanya melalui proses praktek jatuh bangun di lapangan pekerjaan namun mengalami keberhasilan yang luar biasa. Ir Ciputra pernah berkata: ada orang yang melihat tapi tidak memperhatikan, ada orang yang memperhatikan tetapi tidak mengerti, ada orang yang mengerti tapi tidak melakukan, ada orang yang melakukan tapi tidak memiliki jiwa entrepreneur, seorang entrepreneur sejati adalah dia yang sepuluh kali jatuh tapi sebelas kali bangkit.

Sikap bijaksana sangat diperlukan untuk menatalayani kehidupan setiap orang, ‘’Gerakan Menabung’’ adalah tindakan  yang perlu dilakukan agar setiap orang memiliki dana yang cukup untuk membiayai masa tua. Menabung harus mengubah skala prioritas penggunaan uang. Jika sebelumnya uang cenderung dipakai untuk melayani keinginan harus diubah untuk melayani kebutuhan.

Yusuf  menabung 20% atau seperlima dari hasil panen selama tujuh tahun kelimpahan sehingga ia mempunyai cukup makanan untuk menjalani tujuh tahun kelaparan. Setidaknya kita di saat ini mulai menabung 10% dari hasil pendapatan kita setiap bulan agar tabungan itu dapat menjadi investasi masa depan kita. Kitab Amsal 6:6-8 mengajak kita belajar menabung sebagaimana semut yang mengumpulkan bahan makanannya diwaktu panen. Tuhan menganjurkan kita untuk menabung agar siap menghadapi pengeluaran mendadak. Kunci untuk bisa menabung adalah mengurangi pengeluaran yang tidak penting agar pendapatn bisa lebih besar dibandingkan pengeluaran.

Ingat masa kini adalah masa lalu dari masa depan, sanagtlah perlu melakukan sesuatu untuk masa depan seperti: menabung, investasi, menanam pohon dst. Jika masa kini telah menjadi masa lalu maka tidak akan ada seorangpun yang dapat mengubah masa lalu. Ada ungkapan yang mengatakan: ‘’Waktu terbaik untuk menanam pohon (cempaka, meranti, jati, cengkih) adalah duapuluh tahun lalu dan waktu terbaik sesudah itu adalah sekarang’’ dan kalaupun kita menabung mari pastikan bahwa harta yang kita peroleh didapatkan dengan cara yang benar.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Mengapa manusia harus bekerja dan menabung? Bagai-mana caranya menurut Amsal 13:1-11?
  2. Apakah orang Kristen bahkan Gereja dalam hal ini GMIM perlu menabung?
  3. Apakah yang anda ketahui tentang G1T (Gerakan Satu Triliun) dihubungkan dengan pembacaan ini ? 

NAS PEMBIMBING: Amsal 6:6-8 

POKOK-POKOK DOA :

  • Warga GMIM rajin bekerja sebagai tanggung jawab iman
  • Warga GMIM belajar membedakan antara Keinginan dan Kebutuhan
  • Warga GMIM harus giat, gemar dan sadar menabung 
  • TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV  


NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Pembukaan : NNBT No. 4 Naikkan Doa Pada Allah

Ses Nas Pembimbing: NKB No. 3 Terpujilah Allah

Pengakuan Dosa & Pengampunan: NNBT No. Mari Puji Tuhan Yesus

Ses Pembacaan Alkitab: KJ No. 49 Firman Allah Jayalah

Persembahan : KJ No. 450 Hidup Kita Yang Benar

Penutup: NKB No. 199 Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


EmoticonEmoticon