2/12/2017

Kerja Keras, Cerdas dan Tuntas; Tema Mingguan MTPJ 12-18 Februari 2017

GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat
GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

MTPJ 12 – 18 Februari 2017
Bahan Alkitab : Amsal 30:24-31


TEMA BULANAN :
“Bekerja Dalam Ketaatan”

TEMA MINGGUAN :
“Kerja Keras, Cerdas dan Tuntas"

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Iman Kristen pada hakikatnya hanya berlandaskan pada anugerah keselamatan Allah dan bukan upaya rohani dari manusia. Prinsip iman dan spiritualitas inilah yang me-mungkinkan kita dapat menghayati pekerjaan yang dilandasi oleh penyangkalan terhadap keinginan.  Sehingga pada satu pihak kita terdorong untuk bekerja dengan sikap tekun, ulet, jujur, disiplin diri dan menolak kerja sebagai beban, kemalasan serta godaan kenikmatan; tetapi pada pihak lain semua tugas dan kewajiban kita lakukan dengan penuh kegembiraan dan sukacita.  Hasil dari spiritualitas demikian merefleksikan bahwa pekerjaan dilandasi oleh syalom. Sebab hakikat pekerjaan dihayati sebagai wujud dari anugerah keselamatan Allah untuk menikmati berkat (kesuksesan). Karena itu pemaknaan tentang spiritualitas kerja tidak lagi tertuju kepada diri sendiri dan komunitas kerja (sesama) tetapi secara definitif (pasti) diarahkan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Kata “kerja” (Ibr.“abad“ dan “abodah” yang artinya ‘melayani’), ‘pelayanan kepada seseorang yang statusnya lebih tinggi’, maka jelas tujuan kerja adalah untuk pelayanan atau melayani. Dalam hal ini pelayanan kepada manusia dan Allah dengan tujuan untuk memuliakan Allah.

Pada dasarnya, semua orang ingin sukses dan berhasil dalam pekerjaan. Untuk sukses banyak cara dan metode yang digunakan dalam  mencapainya, antara lain dengan; bekerja keras, cerdas dan tuntas. Karakter kerja seperti inilah yang dikehendaki oleh Tuhan dan bukan dengan menghalalkan segala cara.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Amsal (Ibrani masyal) ”ucapan” orang bijak, perum-pamaan atau peribahasa berhikmat; menyerupai atau dibandingkan dengan; ’perbandingan’ atau ’persamaan’. Juga berarti tulisan yang ringkas tapi tajam, mengandung arti mengatur, memberi disiplin dan etika.

Amsal 30:1-33, bagian ini berasal dari luar Israel yang memiliki sifat hikmat Ibrani dan bersifat antar bangsa,  diterima dan dibentuk menurut perjanjian Allah dengan Israel.  Penulis walaupun hidup di luar Israel namun Hikmat dan Pengetahuan  tentang Allah sungguh luar biasa. Bentuk penulisan ini unik karena ada pemakaian angka dengan formula yang sama: “ada tiga… bahkan empat” (18-19, 21-23, 24-28,29-31), sehingga agak berbeda dengan formula penulisan lainnya. Tujuan penulisan ini untuk memberi penekanan tertentu pada bagian pengajaran yang disampaikan. Perikop ini merupakan pengamatan yang dilakukan pada kehidupan dan kebiasaan manusia dan alam sekitar. Khusus Amsal 30:24-31, memberi petunjuk untuk hidup sukses, kemampuan mempertahankan hidup kini dan di masa depan serta  menata  kekuasaan dan kepemimpinan.

Ayat 24, … sangat cekatan: cerdik, pintar, t’rampil/mahir, pandai sekali (BIS); sangat bijaksana (NIV: extremely wise), sangat berhikmat, selalu cepat dan tidak berlambat-lambat.

Ayat 25, Semut (Ibrani:  nemala disebut hanya dalam Amsal 6:6 dan 30:25: Semut Penuai, kadang-kadang disebut Semut Pertanian, yang mengumpulkan segala macam jenis bibit selama musim panas). Ia tidak kuat; lemah …. menyediakan makanan; menunjukkan kekuatannya dalam mempersiapkan masa depan. Selain itu, Semut memiliki kemampuan melihat ke depan dan atau mampu membaca tanda, rajin/bekerja keras dan memiliki jaringan kerja sama yang kuat. Kemampuan menata berkat dengan memper- siapkan bekal makanan di masa depan (musim hujan). Hujan bagi semut adalah sebuah persoalan namun itu bisa mereka atasi karena mereka mampu mempersiapkan bekal di waktu musim panas. Mereka juga memiliki jiwa sosial yang tinggi yaitu, hidup dalam kelompok yang jumlahnya antara selusin, ratusan bahkan ribuan.

Ayat 26, Pelanduk (sejenis marmot); lemah: terancam, selalu dalam bahaya tapi cerdik dan mampu melindungi diri di bukit batu dengan membuat sarang agar ia tetap hidup dan terbebas dari ancaman. Pelanduk memiliki kewaspadaan yang tinggi.

Ayat 27, Belalang (Ibr. Yeleq; pelompat) tidak mempunyai raja namun teratur; tertib, disiplin, kompak, dan bersatu. Mereka memiliki etos kerja yang tinggi, di samping itu mampu memobilisasi diri dan memiliki rasa persatuan. Belalang adalah binatang yang dipakai Tuhan untuk mendatangkan hukuman pada bangsa-bangsa.

Ayat 28, Cicak (Ibr. memiliki arti berpegang atau memegang dengan erat); dapat ditangkap dengan tangan (yang tak berdaya) …  ada di istana raja; memiliki ketekunan, ketetapan hati dan pengharapan; tidak pernah putus asa. Binatang yang selalu berusaha mencari jalan keluar terhadap tantangan dan tidak merasa lemah, kecil dan tidak berarti.

Ayat 29, …‘gagah langkahnya dan jalannya’ (gagah: perkasa, agung dan mulia), kuat  (hebat) dan mengesankan. Bukan sekedar cara berjalan atau membawa diri belaka tetapi pada suatu tampilan sikap yang sedap dipandang dan layak dikagumi.

Ayat 30, Singa, terkuat di antara binatang (penguasa hutan); berani dan teguh, kekuatannya menjadi unggulan hingga ia tidak takut terhadap segala ancaman.

Ayat 31, Ayam Jantan; angkuh; memamerkan kekuatan; kecepatan dan kecekatan, yang selalu siap sedia dan gesit dalam berlari. Kambing Jantan; kegagahannya dalam memimpin kawanannya; perhatian dan  kewibawaan. Raja yang berjalan; dipandang dengan hormat dan takjub; dan tidak ada yang melawannya; tak dapat disaingi.

Ayat 29-31, memperkenalkan sistem superioritas (merasa unggul) dan inferioritas (merasa rendah) baik dalam dunia binatang maupun manusia. Hidup baik adalah dengan mengatur langkah-langkah hidup sehingga tidak hanya aman tapi gagah. Binatang-binatang ini dipakai oleh pengamsal dengan maksud untuk menunjukkan adanya perilaku kerja keras, kecerdasan dan tuntas dalam bekerja sehingga dapat bertahan dan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Makna dan Implikasi Firman

Untuk meraih kesuksesan dibutuhkan sikap kerja perilaku prestatif yaitu sikap yang selalu ingin maju. Sikap ini merupakan bentuk perlawanan terhadap kemalasan, sikap apatis (masa bodoh) dan persaingan kerja yang berbahaya serta kerja yang hanya mengejar materi dan kekuasaan. Bentuk-bentuk dan karakteristik perilaku kerja prestatif, antara lain: Kerja Keras adalah bekerja dengan sungguh-sungguh, sekuat daya dan tenaga, penuh semangat, pantang menyerah untuk mencapai hasil terbaik. Kerja Cerdas adalah kerja yang tidak hanya mengandalkan otot, namun menggunakan otak/logika, berpikir kreatif dan inovatif untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan waktu yang efektif. Kerja cerdas pandai melihat peluang, memperhitungkan risiko dan mampu mencari solusi. Kerja Tuntas adalah bekerja dengan semangat, tidak setengah-setengah, memiliki komitmen, disiplin dan kerja sampai tuntas untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Empat binatang terkecil yang cekatan dan tiga binatang yang gagah serta raja yang perkasa  telah meneladankan dan memperlihatkan pada kita untuk menata hidup kini demi mempersiapkan masa depan dengan baik. Selain itu, memberi petunjuk tentang cara-cara kerja melalui efektifitas bekerja (tingkat dan tujuan) dan efisiensi bekerja; dimana segala sesuatu yang dikerjakan dan dilakukan dengan berdaya guna atau segala sesuatu diselesaikan dengan tepat (sasaran), cepat (ketepatan waktu), hemat (pemanfaatan biaya) ) dan berhasil guna (sukses).

Kerja keras, cerdas dan tuntas merupakan etos kerja yang menuntun kita pada kerja yang baik, jujur dan takut akan Tuhan untuk meraih sukses. Jadi sukses diraih bukan hanya dengan pengandalan kekuatan diri, manajemen sukses dan berbagai ilmu tapi dipahami sukses dalam bekerja adalah anugerah Tuhan. Dan lebih dari itu kalau kita bekerja keras, cerdas dan tuntas bukan untuk makanan yang akan binasa melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah dengan meterai-Nya (Lihat Yohanes 6:27).

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI :

  1. Apa kata perikop tentang kerja keras, cerdas dan tuntas ?
  2. Apa saja bentuk-bentuk masalah termasuk ketidakadilan yang terjadi dalam dunia kerja ?
  3. Bagaimana sikap warga Gereja agar dapat mempersiapkan warga gereja agar dapat bekerja keras, cerdas dan tuntas ?

POKOK-POKOK DOA :

  • Kerja keras, cerdas dan tuntas menjadi sikap hidup setiap pekerja Kristen
  • Gereja yang mempersiapkan umat untuk memiliki etos kerja kristiani
  • Pemerintah yang menyediakan lapangan kerja

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK II

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Persiapan : NNBT No 1 Pujilah Dia, Pujilah Dia

Ses Doa Penyembahan: NNBT No 2 Dunia Tercipta Oleh Kar’na Tuhan-Mu

Pengakuan Dosa : NNBT No 32 Dunia S’makin Berkabut

Janji Anugerah Allah : NNBT No 9 Ku akan Selalu Bersyukur

Puji-Pujian : NNBT No 13 Ya Allah Bapa, Ya Yesus Tuhan

Sesudah Pembacaan Alkitab : KJ No 50 SabdaMu Abadi

Pengakuan Iman: KJ No. 38 T’lah Kutemukan Dasar Kuat

Persembahan  : NNBT No 15 Hai Seluruh Umat Tuhan

Penutup : KSK No 105 Sehati Sekerja 

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


EmoticonEmoticon