2/19/2017

Kerja yang Diberkati; Tema Mingguan MTPJ 19-25 Februari 2017

GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

TEMA BULANAN :
“Bekerja Dalam Ketaatan”

TEMA MINGGUAN :
“Kerja yang Diberkati”

Bahan Alkitab : 
Lukas 5:1-11

TATA CARA IBADAH YANG DIUSULKAN

HARI MINGGU BENTUK III

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kerja dan bekerja adalah hakekat hidup manusia. Sejak alam semesta dan manusia diciptakan, Allah telah memberikan perintah kepada manusia untuk bekerja (Kej. 1:28). Dalam kamus bahasa Indonesia, kerja artinya “kegiatan melakukan sesuatu”, misalnya mencari nafkah; bekerja artinya “berbuat sesuatu”.

Fenomena sosial yang ada sekarang ini khususnya masalah kerja ialah, disatu pihak ada banyak orang dengan semangat mencari pekerjaan di tengah sempitnya lapangan kerja; dipihak lain, orang yang sudah mendapat pekerjaan tidak bertanggungjawab terhadap pekerjaannya (malas, tidak serius). Karena itu sindiran yang selalu kita dengar ialah “kurang bekerja tapi berharap gaji lebih”.

Dengan demikian, kerja yang diberkati maksudnya pekerjaan yang memberi dampak kesejahtreraan, baik kepada diri sendiri, keluarga dan orang lain (warga gereja dan masyarakat}; selain itu, kerja juga adalah aktivitas hidup yang memuliakan TUHAN.

Jadi kerja adalah perintah Allah yang harus dilakukan dalam ketaatan dan kesetiaan serta dipertanggungjawabkan kepada Allah (Matius 25:14-30). Ada ungkapan populer mengatakan “ora et labora” (berdoa dan bekerja), kalimat ini mengajak orang kristen untuk melakukan keduanya secara bersama, berdoa sebelum bekerja, bekerja sambil berdoa. Sebab itu Yohanes Calvin menegaskan dengan istilah “labora est orare” (bekerja itu ibadah) artinya sebagaimana kita taat beribadah begitu juga kita harus taat untuk bekerja, dan sebaliknya. Kata “labora” (Inggris “laborious” = “bekerja keras atau dengan berjerih payah”). Inilah yang dapat dimengerti sebagai “Kerja Yang Diberkati ” yaitu kerja yang berjerih payah diiringi doa dan beribadah kepada Allah dalam ketaatan demi kemandirian hidup.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kisah ‘penjala ikan menjadi penjala manusia’ dalam Lukas 5:1-11 adalah sebuah cerita yang sangat populer, terjadi di Danau Genasaret. Nama Genasaret  dikenal dalam PL. danau Kineret atau “Yam Keneret” (Bil. 34:11), atau Kinerot (Yosua 12:3), dalam PB dikenal sebagai Laut Tiberias (Yohanes 6:1, 21:1), yaitu daerah pesisir yang berada di sebelah selatan Kapernaum.

Peristiwa yang ada dalam bacaan ini terjadi pada masa antara Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus (Lukas 4:38-41) dan sebelum Yesus memanggil kedua belas murid-Nya (Lukas 6:12-16). Ini berarti bahwa perkenalan Yesus kepada Simon Petrus berproses dari peristiwa-pertisiwa yang dikerjakan Yesus di hadapan orang banyak. Ini menunjukkan bahwa Yesus memperagakan kuasa-Nya di hadapan Simon dan orang banyak, juga untuk membuktikan bahwa Dia bukanlah orang biasa, melainkan memiliki kuasa yang mampu melakukan segala sesuatu. Karena itu, untuk memahami perikop ini, kita dapat membagi dalam tiga bagian.

Pertama, ayat 1-3 Yesus mengamat-amati aktivitas para nelayan di tepi danau Genasaret atau danau Galilea (Matius 4:18). Tentu aktivitas yang terlihat pada waktu itu ialah ada banyak nelayan yang sibuk dengan pekerjaannya terutama membersihkan dan memperbaiki jala masing-masing. Pada kesempatan ini Yesus meminjam perahu Simon dan dijadikan podium/mimbar untuk mengajar orang banyak.

Kedua, ayat 4-8 Yesus memberi perintah untuk menebarkan jala. Kendatipun perintah ini bertentangan dengan kebiasaan para nelayan, bahwa mencari ikan harus malam hari, tetapi Simon Petrus tetap melakukannya juga. Sanggahan Simon bahwa telah sepanjang malam mencari ikan dan mereka tidak dapat apapun (ayat.5), adalah pernyataan keberatan dan mungkin juga Simon menertawakan Yesus. Kebiasaan yang sudah lama berlangsung menyatakan bahwa tidak masuk akal bila mencari ikan di siang hari. Kata “tetapi” mengartikan bahwa Simon akhirnya tunduk dan taat pada Yesus untuk menebarkan jala (ayat 5b). Kenyataannya menjadi berbeda ketika mereka berhasil mendapat sejumlah besar ikan (ayat 6), yang dalam Yohanes 21:11 disebut 153 ekor ikan besar sampai jala mereka mulai koyak dan akhirnya membuat mereka takjub. Ketakjuban inilah yang kemudian membuat Simon mengakui kuasa Yesus, bahkan peristiwa itu membuat Simon sadar bahwa ia adalah orang berdosa (ayat.8).

Ketiga, ayat 9-11 dengan kuasa yang Yesus nampakkan, maka Ia memanggil Simon dan teman-temannya untuk menjadi mitra/kawan sekerja-Nya, menjadi murid-murid yang pertama (Matius 4:18-22; Markus 1:16-20), untuk memberitakan Kabar Baik tentang Kerajaan Allah. Perkataan Yesus “jangan takut” bukan hanya sekedar memberikan ketenangan kepada Simon yang mungkin malu dan takut, tapi juga, memberi kepastian kuasa-Nya, agar mereka tidak ragu-ragu untuk bekerja bersama-Nya dan menikmati berkat-berkat-Nya.

Makna dan Implikasi Firman

Pada dasarnya, kerja adalah hakekat manusia sebagai ciptaan Allah. Kerja adalah perintah Allah kepada manusia jauh sebelum jatuh ke dalam dosa (Kejadian 1:28). Bahkan secara keras Paulus menegaskan bahwa “yang tidak bekerja janganlah ia makan“ (2 Tesalonika 3:10-11). Selain itu Yesus pun memberikan gambaran bahwa Allah Bapa juga bekerja sampai sekarang (Yohanes 5:17). Jadi orang yang tidak bekerja adalah berdosa terhadap Allah.

Kerja yang diberkati dapat kita lihat dari Lukas 5:4-5 yang di dalamnya terdapat mekanisme kerja yang diberkati, yaitu, “ketaatan” pada apa yang diperintahkan TUHAN (tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan), meskipun ada keraguan karena bertentangan dengan kebiasaan yang berlaku di tengah kita. Selanjutnya kerja dengan mengucap syukur “menjadi berkat” bagi sesama melalui kerja bersama untuk menyelesaikan pekerjaan (ayat.7).

Selain itu, kerja yang diberkati harus dilakukan dengan sungguh-sungguh (berjerih payah), dengan motivasi bahwa kita bekerja untuk TUHAN (Lukas 5:10; Kolose 3:23). Kerja yang berjerih payah (labora/laborious) berarti tidak asal-asalan atau bekerja “asal bapak senang”, melainkan bekerja berdasarkan hikmat yang TUHAN karuniakan, untuk menghasilkan sesuatu yang memuliakan TUHAN (Keluaran 35:30-36:1). Ketaatan kepada TUHAN adalah bentuk pengabdian diri terhadap panggilan tugas.

Bacaan ini memberikan jawaban atas persoalan-persoalan menyangkut kerja yang diberkati. Artinya, disatu pihak ada pekerjaan yang dianugerahkan TUHAN untuk kita pertanggungjawabkan tetapi di pihak lain ada pekerjaan yang diberikan TUHAN tanpa dipertanggungjawabkan atau yang disebut kemalasan, pekerjaan seperti ini pasti tidak akan diberkati. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

  1. Apakah yang dapat kita pahami dan maknai dari Lukas 5:1-11 untuk kerja yang diberkati?
  2. Jelaskanlah apa yang dimaksudkan dengan “kerja adalah panggilan TUHAN!”
  3. Bagaimana membangun kerja yang diberkati? Berikan beberapa contoh!

NAS PEMBIMBING : 2 Tesalonika 3:10-11 

POKOK-POKOK DOA:

  • Untuk ketersediaan lapangan kerja bagi setiap orang yang mencari pekerjaan.
  • Yang sudah dan sedang bekerja agar mencintai dan bertanggungjawab atas pekerjaan yang dipercayakan kepadanya.
  • Pekerjaan yang menjadi berkat bagi banyak orang dan memuliakan TUHAN. 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Masuk : NKB. 201. Di Jalan Hidupku.

Sesudah Nas Pembimbing: NKB. 126. Tuhan Memanggilmu.

Ses Pengakuan Dosa: NKB. 23. Di Dalam Kasih Yang Teguh

Ses Berita Anugerah: NKB. 128. ‘Ku Berserah Kepada Allahku.

Ses Pembacaan Alkitab: NKB. 116.  Siapa Yang Bepegang.

Persembahan: NKB. 196. ‘Ku Beroleh Berkat.

Penutup: NKB. 211. Pakailah Waktu Anugerah Tuhanmu. 

ATRIBUT

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


Source: MTPJ Sinode GMIM 2017
Image :  Pixabay


EmoticonEmoticon