1/29/2017

Mengucap Syukur Atas Penyertaan Tuhan, Tema Mingguan MTPJ 29 Januari - 4 Februari 2017

GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangun Jemaat
GoInspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangun Jemaat
MTPJ 29 Januari - 4 Februari 2017
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 22:31-51

TEMA BULANAN : 
“Yesus Datang Menghadirkan Kedamaian, Keadilah dan Keutuhan Ciptaan”

TEMA MINGGUAN : 
“Mengucap Syukur Atas Penyertaan Tuhan”

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Dalam kehidupan sebagai orang  yang percaya kepada Tuhan, kita sering mengalami berbagai pergumulan dan tantangan sehingga adakalanya  sulit untuk mengucap syukur kepada Tuhan. Tuhan mengajarkan  untuk mengucap syukur dalam segala hal sebab apapun keberhasilan dan keberuntungan yang dicapai  oleh seseorang atau lembaga hanya berasal dari Tuhan sendiri. Termasuk dalam suasana duka tetap mengucap syukur. Bersyukur kepada Tuhan dalam bentuk rajin beribadah kepada Tuhan dalam persekutuan di Gereja, suka memberi persembahan syukur bahkan senang berbagi kepada sesama yang berkekurangan. Mengucap syukur membuat manusia menikmati kebaikan Tuhan dan dapat menghitung berkat-berkat yang diterima. Hanya saja permasalahan yang dihadapi oleh manusia sekarang karena dipengaruhi oleh “globalisasi” dan “post modern” yang menekankan pada praktik atau gaya hidup yang materialisme, individualime dan konsumerisme, sehingga hidup beriman yang benar kepada Tuhan Yesus  mengalami pergeseran nilai. Untuk itulah tema minggu ini yaitu “Mengucap Syukur atas Penyertaan Tuhan”.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab ini sesuai nama Samuel yang dihormati sebagai pemimpin rohani Israel yang tangguh dan yang dipakai Allah untuk mengatur kerajaan teokrasi. 2Samuel adalah sambungan dari 1Samuel yang  menulis sejarah pemerintahan Raja Daud, mula-mula atas Yehuda di sebelah selatan Palestina ( 2 Sam 1:1-4:12), kemudian atas seluruh negeri, termasuk Israel di sebelah utara (2 Sam 5:1-24:25). Dalam kitab ini diceritakan dengan jelas bagaimana Daud berusaha memperluas dan mengukuhkan kedudukannya. Ia harus berperang melawan musuh-musuhnya, baik di dalam maupun di luar negeri. Daud digambarkan sebagai orang yang sangat beriman, taat dan setia kepada Allah, juga sebagai orang yang memperoleh kesetiaan rakyatnya. Tetapi pernah ia digambarkan melakukan dosa-dosa besar  yang diingatkan oleh Nabi Natan karena mengambil istri orang lain yaitu Betseba sehingga ia mengakui dosanya dan dengan rela menerima hukuman dari Allah.

Bacaan Alkitab minggu ini 2 Samuel 22:31-51 yang ditulis dalam bentuk puisi merupakan sebuah Nyanyian Pengucapan Syukur  Raja Daud tentang Allah yang  telah berulang-ulang menolong dia dari cengkeraman semua musuhnya, terutama dari usaha pembunuhan yang dilakukan oleh Raja Saul terhadap dirinya. Daud yang berlindung kepada Tuhan justru dilatih dan diberi kekuatan untuk mampu dan berani berjuang menghadapi musuh-musuhnya. Berlindung bukan berarti pasif tanpa usaha dan perjuangan. Perhatikan bahwa pengakuan Daud tentang Allah yang adalah Perisai, Gunung Batu dan Tempat Pengungsian, justru terbentuk melalui pengalamannya melewati penderitaan demi penderitaan. Dengan itu kemam-puan Daud justru semakin meningkat karena didikan Tuhan. Raja Daud mengerti bahwa pertolongan TUHAN itu berkaitan dengan ketergantungannya serta ketaatannya kepada Tuhan sebab jalan Tuhan adalah sempurna, murni karena orang yang berlindung kepada-Nya tidak boleh menyamakan Tuhan dengan apapun di dunia ini karena  Tuhan Mahakuasa. Tuhan mengajarkan kepada Daud  apa yang harus ia lakukan termasuk berperang melawan musuh dengan melengkungkan busur tembaga untuk mengalahkan musuh-musuhnya (Ayat 31-35). Daud dalam menghadapi tantangan hidup diperlengkapi dengan perisai keselamatan dari  Tuhan serta kebaikkan Tuhan sehingga  Daud menjadi kokoh dan besar serta langkah seperti kaki rusa yang dapat berdiri di bukit yang tidak goyah. Bahkan musuhnya dipunahkan dan dikalahkan oleh Daud karena Tuhan memberi-kan perlindungan dan keselamatan kepada dia meskipun diremehkan oleh musuh-musuh sehingga tidak  bangkit lagi. (36-39). Segala yang dibutuhkan Daud dalam peperangan melawan musuh, harus mempergunakan alat perang termasuk mengikat pinggang dengan keperkasaan. Kemenangan mutlak yang diperoleh Daud digambarkan sebagai menggiling musuh sampai halus dan menginjak mereka seperti lumpur. Walaupun mereka berteriak minta tolong kepada Tuhan namun tidak dijawab. Hal ini memberikan pengertian bahwa musuh Daud tidak dapat berkutik lagi dan Daud diluputkan dari perbantahan bangsanya sehingga mereka taat kepada apa yang diperintahkan Daud.  (ayat 40-46).

Nyanyian Syukur Daud ini mengungkapkan bahwa Tuhan berkuasa dan menyertai kehidupannya. Tuhan hidup! Terpujilah gunung batuku, dan ditinggikanlah kiranya Allah gunung batu keselamatanku. Hal ini memberi makna bahwa Tuhan meno-long dan memberi kemenangan kepada Daud dan membawa bangsa-bangsa di bawah kekuasaanya. Tuhan telah mengaru-niakan keselamatan yang sangat luar bisa kepada Daud dan menunjukan kasih setia-Nya turun temurun kepada generasi selanjutnya (ayat 47-51).

Makna dan Implikasi Firman

Daud mengungkapkan syukur kepada Allah yang menun-tun, memperlengkapi, dan mengajar Daud untuk berperang mengalahkan musuh-musuhnya. Syukur ini keluar dari hati yang terdalam atas pertolongan dan perlindungan Tuhan kepada Daud. Ia berterima kasih kepadaTuhan sehingga beroleh hati bijaksana. Begitu juga kita bahwa dengan  perlindungan Tuhan, kita sanggup mengucap syukur dalam segala hal. Bila kita  selalu berlindung kepada TUHAN, kita  dapat memperoleh ketenangan dalam hidup. Bersandar kepada perlindungan TUHAN akan membuat kita memiliki damai sejahtera. Kesuksesan Daud hanya karena tangan Tuhan. Belajar dari Firman Tuhan ini kita harus meletakkan Tuhan di atas segala-galanya  supaya apapun godaan dunia ini kita sanggup mengatasinya termasuk orang yang tidak suka dengan kita. Kita telah memperoleh kasih karunia melalui kematian dan kebangkitan Kristus sehingga kita memperoleh penebusan dosa. Mengucap syukur atas penyer-taan Tuhan dalam hidup dan kerja merupakan dasar yang kokok untuk mengekpresikan iman kita kepada Tuhan Allah dalam Yesus Kristus  melalui  rajin   beribadah  pada setiap  hari minggu di gereja, ibadah Kolom, BIPRA  atau segala bentuk ibadah yang sudah diatur oleh GMIM, rajin berdoa,  membaca Alkitab dan bersukacita  memberi persembahan syukur dan persembahan persepuluhan. 

PERTANYAAN DISKUSI:

  1. Bagaimana bentuk mengucap syukur atas penyertaan Tuhan yang dilakukan Daud dalam bacaan 2 Samuel 22:31-51 ?
  2. Kita sudah diberikan karunia keselamatan yang Agung dari Tuhan kita Yesus Kristus. Mengapa masih ada anggota jemaat GMIM yang masih ragu memberi persembahan syukur dan persembahan persepuluhan? Bagaimana mengatasinya? 

NAS PEMBIMBING: Mazmur 111:1 

POKOK-POKOK DOA:

  • Agar jemaat selalu mengucap syukur
  • Untuk penginjil yang mengalami penderitaan.
  • Untuk mereka yang memusuhi gereja
  • Untuk pemimpin yang menjalankan tugas berdasakan  kasih sayang Tuhan.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK V 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Menghadap Hadirat-Nya: NNBT.No.24  Kuasa-Mu Tuhan S’lalu Kurasakan”

Nyanyian atas Kasih Karunia-Nya: KJ.No.18 Allah Hadir Bagi Kita” (ayat 1,2)

Doa/Nyanyian Mohon Tuntunan Roh: NKB. No.2 Hai Mari Sembah (ayat1,6)

Persembahan: KJ. No. 320 Syukur Kami Pada-Mu

Tembang Tekad: “Bernyanyilah Bagi Tuhan Hua”

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.



EmoticonEmoticon