2/26/2017

Mengelola Berkat Tuhan; Tema Mingguan MTPJ 26 Feb - 4 Maret 2017

goinspirit-mtpj

TEMA BULANAN :
“Bekerja Dalam Ketaatan”

TEMA MINGGUAN :
“Mengelola Berkat Tuhan”

Bahan Alkitab : Rut 2:1-16

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN :

HARI MINGGU BENTUK IV 

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Faktor produksi dapat dibagi menjadi empat kelompok besar, yakni tenaga kerja, sumber daya alam, modal, dan kewirausahaan. Faktor utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi adalah manusia, sehingga manusia merupakan salah satu faktor produksi, yakni tenaga kerja. Tidak semua penduduk dapat diberdayakan sebagai tenaga kerja. Dalam konsep ekonomi, suatu kegiatan penambahan satu tenaga kerja akan menghasilkan tambahan produksi yang disebut dengan produk marjinal. Penjelasannya bahwa pada titik tertentu tambahan hasil, akibat penambahan tenaga kerja dapat mengurangi rata-rata penghasilan secara keseluruhan .

Ada persamaan dengan tradisi di Israel pada musim panen orang-orang asing, orang-orang miskin dapat ikut memungut hasilnya. Sebagai contoh penambahan tenaga kerja (Rut) mengundang perhatian Boas yang kemudian menaruh respons positif dan memperlakukannya begitu baik. Ruth menunjukkan ketaatan kepada Naomi dan ketekunannya bekerja tanpa henti.  Kerja kerasnya membuahkan hasil. Ia membuktikan bagaimana cara mengembangkan potensi yang dimilikinya bahwa ia dapat mengelola berkat Tuhan berupa tenaga dan kesempatan bekerja yang diberikan kepadanya. Ia menunjukkan mentalitas bekerja secara efektif dan efisien sebagai wujud ketaatan dan kasihnya kepada keluarganya, mertuanya Naomi, sehingga kualitas kerjanya berdaya guna dan berhasil guna. Demikian pula dengan Boas sebagai pemilik (owner) ladang itu, ia menunjukkan pengelolaan berkat Tuhan dengan pengaturan yang terbaik. Ia tidak merasa rugi dengan adanya tambahan tenaga kerja tetapi justru berbuat lebih baik lagi terhadap para pekerjanya.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Elimelekh dan Naomi pergi ke Moab untuk menghindari kelaparan di Betlehem agar keluarga mereka tetap terpelihara, namun kenyataannya Naomi kehilangan semuanya, termasuk keturunannya kecuali Rut. Masa kelaparan berakhir di Betlehem tetapi Naomi masih tetap menghadapi persoalan, yaitu pemenuhan kebutuhan ekonomi dan masa tuanya tanpa keturunan.

Pada umumnya daerah-daerah surplus (berlimpah) pada masa panen dan pendapatannya lagi baik, daerah itu didatangi oleh tenaga kerja termasuk Naomi dan Rut (1:22). Dalam tradisi umat Israel setiap masa panen akan ada orang-orang asing, orang miskin, yang tidak masuk angkatan kerja, dan bergantung pada kebaikan pemilik dan pekerja-pekerja lainnya di ladang itu (Im. 19:9-10; Ul 24:19).

Melalui bacaan Alkitab ini Rut menjadi salah seorang pekerja musiman di ladang Boas (ayat 2). Sebenarnya ia bukan pekerja tetap, karena dia hanya berada di belakang para pekerja perempuan untuk memungut sisa-sisa jelai gandum yang ditinggalkan para penyabit (ayat 7). Ia berada di ladang untuk membantu mertuanya memenuhi kebutuhan perekonomian mereka. (ayat 2). Naomi dan Rut bekerja keras. Naomi bekerja di rumah dan Rut di ladang. Di ladang Boas, Rut bergantung pada pengasihan pekerja-pekerja,  juga Boas yang menyuruh para pekerja menjatuhkan jelai gandum untuk dipungut oleh Rut. Sebagai tenaga kerja lepas (outsourcing/ tenaga alih daya), Rut memiliki ketekunan yang tidak kalah dibandingkan para pekerja yang ada di ladang Boas. Hal ini yang digambarkan dalam ayat 7, yaitu bahwa begitu ia datang ke ladang, ia terus sibuk bekerja dari pagi dan tidak pernah berhenti.

Cerita Rut yang mendapat belas kasihan (ayat 8-16) di ladang Boas memperlihatkan bagaimana hidup persaudaraan yang saling memberdayakan. Pada waktu berada di ladang, Rut belum tahu kalau ladang itu milik keluarga mendiang suaminya. Mungkin saja Rut bersama-sama dengan orang-orang asing lain dan orang miskin lainnya yang secara kebetulan berada di ladang Boas karena di sana panennya melimpah .

Ketika Boas menanyakan keberadaan Rut, kepada bujang yang mengawasi para penyabit, ia memberi keterangan bahwa Rut adalah seorang perempuan Moab yang pulang bersama mertuanya, Naomi. Boas menunjukkan perhatian khusus kepadanya dan memintanya untuk tidak berpindah ke ladang orang lain,  serta dekat dengan pekerja perempuan, (ayat 8). Kepada pekerja laki-laki Boas berpesan untuk tidak boleh mengganggu Rut, mengijinkannya minum (ayat 9), dan mendoakan dia (ayat 12). Ia mengajak Rut makan (ayat 14), memberikan hak-hak khusus yang mempermudah pekerjaan Rut (ayat 15-16). Inilah bentuk-bentuk perlindungan Boas kepada Rut, sebagai pemilik ladang kepada pekerjanya. Sebaliknya Rut tidak menyalahgunakan kepercayaan ini,  ia bekerja sampai petang dan mengirik jelai (dipukul dengan tongkat untuk memisahkan sekam dan bulirnya) yang dipungutnya kira-kira seefa jelai (tiga takar, cukup untuk dimakan selama 5 hari) banyaknya

Makna dan Implikasi Firman

Mentalitas pekerja seperti Rut kiranya menjadi cerminan kesetiaan menjalankan tugas dan pekerjaan di manapun kita berada. Dalam keadaan apapun setiap orang baik pemilik atau pekerja harus siap mengelola berkat Tuhan. Berkat Tuhan yang dikelola dengan baik dapat mendatangkan kesejahteraan bagi dirinya dan banyak orang.

Menjadi penyalur berkat Tuhan adalah panggilan hidup setiap orang yang mengalami pemeliharaan Tuhan dalam kehidupannya. Pada dasarnya pembagian kemakmuran sering tidak merata dikarenakan pekerjaan, pendidikan dan faktor-faktor lainnya dalam masyarakat. Dalam bagian Alkitab ini juga kita melihat struktur masyarakat yang bertingkat, ada pemilik ladang dan ada pekerja, namun tingkatan-tingkatan sosial ini tidak membuat Boas lupa diri. Boas menjadi contoh bagaimana seseorang memaknai keberhasilannya dengan member dayakan orang lain, baik orang miskin maupun orang asing yang menjadi pekerja di ladangnya. Kemakmuran memberi Boas kesempatan untuk menunjukkan kemurahan hati, yang membuka peluang dan kesempatan bagi orang-orang seperti Rut, orang asing dan miskin. Kebaikan hati Boas kepada Rut justru melebihi apa yang biasa terjadi untuk seorang pemungut jelai/ gandum. Jelai yang dipungut Rut dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka selama lima hari. Kebaikan hati membuat orang-orang miskin bersukacita atas berkat Tuhan karena kebutuhan hidup mereka telah tercukupi.  Dengan demikian kemurahan hati seperti ini adalah pembuktian belas kasihan Tuhan yang  mengaruniakan kasih-setia- Nya bagi umat-Nya, yang kemudian berkelanjutan ketika Boas menjadi penebus dan menikahi Rut (pasal 4:6-8).

Naomi dan Rut adalah contoh bagi kita kita dalam mengelola berkat Tuhan, dimulai dengan doa, dilandasi dengan syukur dan ditindak lanjuti dengan kerja keras. Tuhan Allah menjawab doa mereka dengan memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan masa depan, dengan adanya keturunan, yaitu Obed.

Pada masa kini kita juga sering melihat bagaimana distribusi kemakmuran yang tidak merata mengakibatkan orang lain tersisihkan, pekerja-pekerja rendahan berada dalam lingkaran kemiskinan absolut/tetap, anak-anak menderita gizi buruk dan orang–orang di daerah tertentu sulit mendapatkan akses/jalan masuk untuk membangun hidup lebih sejahtera. Di pihak lain ada juga orang yang sering menyalahgunakan berkat Tuhan, dengan pesta pora, miras, judi dan gaya hidup yang komsumtif. Karena itu perlu ada edukasi dan pelatihan bagaimana mengembangkan potensi yang ada sehingga orang boleh keluar dari kemiskinan dan menikmati kesejahteraan hidup. Inilah upaya kita untuk menjawab persoalan kerja antara lain: sumber daya manusia, lapangan kerja, pengangguran dan ketidak-adilan kerja. Bagian Alkitab Rut 2:1-16 ini memberikan pandangan hidup untuk saling menolong, saling memberdayakan baik pekerja dan pemberi kerja atau pihak manajemen, pemilik perusahaan. Hal seperti ini yang diingatkan Paulus kepada jemaat di Galatia untuk saling menolong seperti firman Tuhan dalam Galatia 6:2 “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Bagaimana mengelola berkat Tuhan sesuai perikop ini?
  2. Bagaimana hubungan kesejahteraan pegawai atau karyawan terhadap produktivitas perusahaan dan produktivitas kerja?
  3. Apa yang harus kita lakukan berhubungan dengan memanfaatkan peluang kerja di era “Masyarakat Ekonomi ASEAN” (MEA)?

NAS PEMBIMBING : Kolose 3:23

POKOK-POKOK DOA

  • Memanfaatkan peluang kerja sebagai upaya mengelola berkat Tuhan.
  • Keadilan dan upah kerja
  • Pemerintah dan swasta sebagai pemberi kerja (hubungan industrial yang sehat).


TATA IBADAH YANG DIUSULKAN :HARI MINGGU BENTUK IV 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN

Persiapan : KJ. No. 10, Pujilah Tuhan Sang Raja

Ses. Doa Pembukaan : NNB No. 4 Naikkan Doa Pada Allah

Pengakuan Dosa dan Pengampunan: NKB No. 17 Agunglah kasih Allahku.

Ses Pembacaan Alkitab: NNBT No. 13 Ya Allah Bapa, Ya Yesus Tuhan

Ses  Khotbah: NNBT No. 24 Kuasamu Tuhan S’lalu Kurasakan

Persembahan : NKB No. 126 Tuhan Memanggilmu

Penutup NKB No. 201 Tabur Waktu Pagi

ATRIBUT

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


youtube : DonMoenTV
Source : MTPJ Sinode GMIM 2017


EmoticonEmoticon