3/19/2017

Bertekun Dalam Penderitaan; Tema Mingguan MTPJ 19-25 Maret 2017

Goinspirit-Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

TEMA BULANAN : 
“Bekerja Dalam Ketaatan

TEMA MINGGUAN : 
“Bertekun Dalam Penderitaan”

Bacaan Alkitab  Ayub 2:1-13

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Realitas penderitaan telah ada sejak manusia pertama jatuh dalam dosa dan tetap ada sampai sekarang dengan segala manifestasinya. Akhir-akhir ini kita mendengar ataupun mengalami penderitaan akibat bencana alam seperti; ‘banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, dan  berbagai penyakit yang mematikan. Tetapi yang tidak kalah pentingnya ada orang yang menderita akibat kesulitan ekonomi, bahkan telah menjadi korban nafsu buas sesamanya sehingga akhirnya menjadi korban trafiking, seks bebas dan membiarkan diri berprilaku menyimpang. Dalam kehidupan keluarga dijumpai ada KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) akibatnya tidak ada keharmonisan bahkan bisa terjadi penderitaan yang berkepanjangan. Memang penderitaan dialami dapat saja disebabkan oleh orang lain, karena kelalaian ataupun akibat memilih jalan hidup  yang menyimpang. Tetapi ternyata ada penderitaan  dialami atas seijin Tuhan untuk membuktikan bahwa Tuhan itu ada dan berkuasa. Penderitaan tidaklah menyenangkan karena itu manusia selalu berusaha menghindarinya ataupun ketika hal itu menjumpainya kalau dapat sesegera mungkin  berlalu.

Sesungguhnya tidak  seorangpun yang ingin hidup menderita, tetapi ketika  hal itu menjumpai manusia maka tidak ada jalan lain selain harus menghadapinya karena bukankah  orang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan atau kenyamanan tetapi dibentuk melalui  kesukaran dan berbagai tantangan ? Sekalipun  penderitaan itu berat dan menyakitkan tetapi pasti akan ada kekuatan yang datang dari TUHAN untuk menghadapi dan melawan berbagai bentuk penderitaan yang menjadi bagian hidup manusia. Cara yang ampuh untuk menang dari berbagai penderitaan adalah bertekun di dalam Tuhan .

Dihubungkan dengan peringatan Minggu-minggu  seng-sara maka kita dituntun merenungkan Tema “Bertekun dalam Penderitaan“. Tidak ada seorangpun yang senang menderita tetapi penderitaan adalah sebuah kenyataan hidup yang harus dihadapi dengan Iman yang teguh kepada Tuhan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Dalam Alkitab, Kitab Ayub masuk dalam kelompok “tulisan-tulisan” atau sastra “hikmat” yang berisi pertanyaan-pertanyaan penting tentang kehidupan dan memberi nasihat untuk kehidupan praktis, terutama dalam hubungan antar manusia.  Siapakah Ayub ? Dia adalah seorang yang saleh, tidak mau melakukan yang jahat, takut akan Tuhan dan tergolong orang  terkaya di daerahnya, yakni di tanah Us  (1:1-3). Di zaman kuno pada saat Ayub hidup, orang mempercayai bahwa kekayaan, keturunan yang banyak dan kesehatan adalah tanda  seseorang berkenan kepada Tuhan. Pada masa Ayub kekayaan diukur berdasarkan jumlah ternak dan pelayan yang dimiliki seseorang.  Ayub disebutkan dalam kitab Yehezkiel (14:14,20) bahwa ia adalah orang yang setia kepada Tuhan sama seperti Nuh dan Daniel. Karena itu disebutkan bahwa dalam keadaan dukacita ketika kehilangan anak-anak dan harta benda iapun tidak berbuat dosa dan menuduh Allah berbuat yang kurang patut (1:22). Penderitaan yang sedang dia alami tidak menjadikannya berpaling dari Tuhan, bahkan sebaliknya ia tetap memuji Tuhan dan tidak mengutuki-Nya (1:21). Kehilangan anak-anak dan harta benda merupakan penderitaan tahap pertama sebab selanjutnya atas ijin Tuhan,  Iblis  memainkan perannya untuk menjadikan penderitaan Ayub lebih berat. Ayat 1-5 merupakan dialog iblis kepada Tuhan dengan meminta agar ia menyentuh Ayub, kalau sebelumnya anak-anak dan ternak yang jadi korban kini Ayub sendiri. “Kulit ganti kulit”, ucapan ini bisa dimengerti bahwa Ayub bersedia mengorbankan kulit pihak lain, hewan peliharaannya, hamba dan anak-anaknya, mungkin kalau menyentuh dirinya ia akan berubah dan akan berpaling dari Tuhan. Di ayat 6 sang penantang yaitu Iblis diberi kesempatan tapi sayangkan nyawanya. Ayat 7,8 menggambarkan penderitaan Ayub dengan penyakit barah yang busuk, sejenis penyakit kusta yang menyakitkan. Ayub menderita dengan borok kulit yang berat dan menyengsarakan lalu menggaruk badannya dengan beling dan duduk di tengah-tengah abu mau memperlihatkan duka hatinya. Ayat 9-10 reaksi istrinya terhadap kenyataan lalu akhirnya meminta Ayub untuk mengutuki ALLAH tetapi dijawab “apakah kita mau menerima yang baik dari Allah tetapi tidak mau menerima yang buruk?” bahkan disebut “perempuan gila”. Ia menolak dengan tegas saran istrinya karena itu adalah sikap orang tidak beriman. Ayat 11-13, Menampilkan sikap kesetiakawanan sahabat-sahabat Ayub (Elifas, Bildad dan Sofar), mereka menghadapi badai hidup bersama. Sikap iman Ayub yang tetap tekun di dalam Tuhan di tengah penderitaan yang sangat berat ternyata memperkokoh persahabatan mereka. Tujuh hari tujuh malam mereka berdiam diri di hadapan Tuhan menanti jawaban atas penderitaan yang sedang dialami.

Makna dan Implikasi Firman

Bagian ini merupakan peringatan tentang ketidak sanggupan daya pikir manusia untuk memahami penderitaan Ayub yang diijinkan Allah terjadi melalui kerja kuasa Iblis. Karena pada umumnya manusia memahami bahwa orang yang percaya, taat dan setia kepada Tuhan pasti akan jauh dari segala bentuk penderitan. Padahal penderitaan adalah jalan bagi manusia untuk semakin memahami kasih, kuasa dan kemurahan Tuhan.

Mengingatkan kita bahwa kuasa iblis tetap ada sampai sekarang ini yang menampilkan diri dalam berbagai bentuk dan terus menggoda, mencobai manusia agar jauh dari Tuhan, bahkan melawan Tuhan dalam rancangan hati dan perilaku hidup sehari-hari.

Kualitas Iman dan jatidiri kita terlihat saat kita tidak memiliki apa-apa seperti kondisi miskin ataupun kondisi sakit. Kualitas dan jatidiri kita juga akan terlihat saat kita memiliki jabatan (kuasa), pengaruh, kekayaan dan lain sebagainya. Apakah kita mampu bersyukur disaat tidak memiliki apa-apa ataukah kita melupakan Tuhan ketika segala sesuatu tersedia ?

Ayub dan sahabat-sahabatnya Elifas, Bildad dan Sofar telah memberi contoh bagaimana seharusnya ketika manusia menghadapi penderitaan bahwa mereka berdiam diri tanda merenung dan merendahkan hati di hadapan Tuhan tanpa keputusasaan dan tetap percaya bahwa di dalam Tuhan ada jawaban. Mereka mampu bersama dalam suka dan dalam kesesakan sekalipun, mereka sepenanggungan menghadapi kehidupan.

Mengalami penderitaan seberat apapun bukanlah alasan untuk meninggalkan Tuhan melainkan menjadi sebuah kekuatan untuk tetap percaya pada KUASA TUHAN yang sanggup memberi kemampuan menghadapinya.

Minggu-minggu sengsara ini hendaknya menghentar kita sebagai warga gereja untuk bertekun di dalam Tuhan agar di tengah kesuksesan dan kegagalan, dalam keadaan sehat ataupun sakit, dalam kelimpahan ataupun kekurangan Iman kita tetap kokoh. Sebab kita yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. (Roma 8:18). Tuhan Yesus telah memberi teladan bagaimana menghadapi penderitaan, DIA bersedia menjalaninya dengan tekun dalam ketaatan kepada Bapa di sorga. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:8)

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apakah yang dapat kita pelajari dari sikap Ayub ketika menghadapi penderitaan ?
  2. Menurut saudara apakah yang dibutuhkan oleh anggota jemaat ketika mereka sedang menderita (sakit, berbagai pergumulan )?
  3. Bagaimana gereja menolong warganya yang mengalami penderitaan ?


NAS  PEMBIMBING;   Roma 8 : 38-39.

POKOK – POKOK  DOA:

  • Mengucap syukur atas keselamatan yang telah dikerjakan oleh TUHAN Yesus  melalui jalan
  • Mohon kekuatan dan kemenangan dari Tuhan ketika umat menghadapi banyak penderitaan.
  • Minggu-minggu sengsara kiranya menjadi momentum untuk memperbaharui diri dan memperkokoh Iman kepada Tuhan Yesus,      

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: MINGGU SENGSARA III

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: KJ  No  183 Menjulang Nyata Atas Bukit Kala.

Ses. Nas Pemb: KJ  No. 400 Kudaki Jalan Mulia.

Ses Pengakuan Dosa: NNBT No. 11 Ya Allahku, Kami Mengaku Dosa.

Ses Berita Anugerah: NKB No 15 Hidup Yang Penuh Berbeban

Ajakan Mengikuti Yesus di Jalan Sengsara: KJ No 169 Memandang Salib Rajaku

Doa, Pembacaan Alkitab: KJ No. 32 Kulihat Salib-Mu.

Persembahan       : KJ No 161 Segala Kemuliaan

Penutup: NKB No 201 Di Jalan Hidupku 

ATRIBUT





Youtube | Lagu Rohani
Source   | MTPJ Sinode GMIM 2017


EmoticonEmoticon