3/05/2017

Dipanggil Untuk Taat;Tema Mingguan MTPJ 5-11 Maret 2017

Goinspirit-MTPJ

TEMA BULANAN :
“Bekerja Dalam Ketaatan

TEMA MINGGUAN :
“Dipanggil Untuk Taat”

Bahan Alkitab : 
Yesaya 50:4-11

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Taat adalah salah satu hal yang sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan umat manusia. Mulai dari taat kepada Tuhan Allah, kepada pemimpin dalam kehidupan berma-syarakat (pemerintah), kepada atasan di tempat bertugas/bekerja dan sebagainya.

Tetapi pada kenyataanya tidak sedikit orang percaya masa kini yang mulai tidak taat, mereka lebih suka menuruti kemauan sendiri, bekerja asal-asalan atau ABS (Asal Bapak Senang). Sebagai pelayan Tuhan mungkin kita mulai tidak taat kepada Tuhan dalam melaksanakan program pelayanan yang ada. Di lain pihak akibat ketidaktaatan pada pasangan hidup (suami atau istri), terjadilah perselingkuhan, seks bebas, pengunaan narkoba yang kemudian berujung pada penyakit AIDS Selain dari itu ketidaktaatan menimbulkan berbagai hal antara lain: orang tidak punya waktu untuk berdoa, bersekutu dalam berbagai ibadah apalagi menghayati minggu-minggu sengsara Yesus Kristus. Begitu juga dalam relasi hubungan antara masyarakat dan pemerintah, akibat tidak taat, maka ada orang yang tidak lagi mau membayar pajak, keadilan dan kejujuran menjauh dari tugas-tugas pokok sebagai abdi negara dan hanya untuk mencari keuntungan diri sendiri.

Hal-hal itu tentunya tidak menunjukkan jatidiri sebagai orang percaya, sebab ketaatan adalah panggilan iman orang percaya. Di minggu sengsara yang pertama ini, dalam sorotan tema “Dipanggil Untuk Taat” kita akan dihentar untuk lebih taat kepada Tuhan, walaupun banyak tantangan dan per-gumulan. Kita percaya Tuhan tidak akan membiarkan kita, Ia pasti menolong.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Yesaya 50:4-11

Perikop ini berada dalam satu kesatuan “Nyanyian Hamba Tuhan” yakni : Yesaya 42:1-4, 49;1-6, 50:4-9 dan 52:13-53:12. Dalam bagian Alkitab ini berisi tentang perenungan mengenai “Hamba Tuhan” yang secara luas menunjuk kepada umat Israel (49:3), tetapi juga mungkin menunjuk kepada Yesaya sendiri (50:4-11, dengan menggunakan kata “aku” atau “ku”, lihat juga 61:1). Tugas dari “Hamba Tuhan” ialah : “membawa keadilan bagi bangsa-bangsa” (42:1), “membawa umat Israel kepada Allah” (49:5), “membawa kabar baik kepada orang-orang sengsara dan memberitahukan tahun rahmat Tuhan telah tiba” (61-1-2).

Dalam melakukan tugas dan panggilannya tersebut “Hamba Tuhan” terkadang menderita secara fisik dan dipandang hina (50:6; 52:14; 53:3-5,7). Akan tetapi pada akhirnya penderitaan “Hamba Tuhan” tersebut akan menghapus dosa dan kesalahan orang lain (53:4-5, 10-11). Dalam kaitan dengan penebusan dosa itulah maka Yesus sendiri menyebut diri-Nya sebagai hamba yang akan “memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Markus. 10:45).

Sebagai hamba yang setia tentunya tidak luput dari ketaatan kepada yang mengutusnya untuk melakukan tugas sebagai hamba. Sebagai hamba Tuhan, ia dipanggil untuk taat sekalipun penderitaan akan dihadapinya dalam melaksanakan tugas kehambaannya. Taat (Ibr: syama = mendengarkan, Yun. Hupakouo = mendengar), sedangkan menurut KBBI (taat berarti senantiasa menurut, tidak berlaku curang, saleh/kuat beribadah). Itu berarti sebagai hamba harus taat (ayat 4-5), tajam untuk mendengar suara Tuhan dan memperkataan firman itu sesuai yang didengar dari Tuhan. Hal itu akan membuat semangat baru bagi mereka yang mendengar perkataannya. Ayat 6 menjelaskan sekalipun dipukuli bagaikan orang jahat serta dicabut janggutnya dan diludahi (gambaran penghinaan yang luar biasa) namun hamba itu tetap setia dalam ketaatannya. Tetapi walaupun berat pergumulan yang dihadapi hamba itu punya keyakinan bahwa Tuhan pasti menolongnya (ayat 7-9). Pengharapan itu adalah sebuah kepastian bahwa Tuhan akan membenarkan orang taat dan setia melakukan panggilan sebagai hamba-Nya. Hamba yang taat tersebut terus menyampaikan berita keselamatan, berita pertobatan seperti ungkapannya “baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya! (10). Dalam menyampaikan berita pertobatan tersebut ada juga mereka yang tidak menyukainya bahkan menolak berita keselamatan itu, tetapi hal itu bukan penghalang, karena mereka akan “terbakar” oleh cara hidup mereka yang jahat dan akan menghadapi penghukuman Tuhan (ayat 11).

Makna dan Implikasi Firman

Memaknai minggu sengsara yang pertama ini, bacaan firman saat ini hendak menekankan tentang spiritualitas kehambaan. Hamba Tuhan perlu mendengar suara Tuhan dengan jelas dan tepat supaya berita yang ia sampaikan dapat dimengerti dan mereka yang mendengarnya percaya kepada Tuhan, ia perlu diasah setiap hari. Bagaikan pisau yang diasah maka semakin lama semakin tajam. Hamba Tuhan (apakah itu pribadi dan persekutuan orang percaya) dipanggil untuk taat, ketaatannya diwujudnyatakan antara lain : kedengar-dengarnya kepada Tuhan, punya kesediaan waktu untuk bercakap-cakap dengan Tuhan secara pribadi (doa, puasa, meditasi, membaca dan merenungkan Firman Tuhan), sebab terkadang karena kesibukan baik itu di rumah, kantor bahkan pelayanan gereja sekalipun kita mulai melupakan hal-hal tersebut.

Ketaatan juga diwujudnyatakan dengan saling mengasihi satu dengan yang lain dalam kehidupan berkeluarga (Ef. 5:22 bnd 2 Tim 3:2). Sebab tidak jarang terjadi perselingkuhan yang mengarah kepada seks bebas pada akhirnya terkena penyakit yang mematikan yakni AIDS. Ketaatan dalam Gereja juga penting (Fil. 2:12; Ibr 13:17), sebab dalam persekutuan umat Tuhan, jemaat akan dikuatkan dan saling membantu satu sama lain. Dilain pihak ketaatan kepada pemerintah juga sangat penting (Mat 22:21; Roma 13:1) yang diwujudnyatakan dengan pembayaran pajak dan menopang program-program peme-rintah. Selain itu juga para abdi negara akan melaksanakan tugas mereka dengan baik dan benar, mereka menjadi saksi Tuhan di tengah-tengah pekerjaan mereka.

Dipanggil untuk taat kepada Tuhan mencerminkan kesediaan untuk menjawab panggilan Tuhan. Sekalipun banyak tantangan dan pergumulan bahwa hinaan dan penderitaan, kita percaya Tuhan tidak aka pernah meninggalkan kita. Sebab penderitaan dan siksaan yang dialami Yesus dalam perjalanan “Via Dolorosa” tidak dapat dibandingkan dengan penderitaan kita, oleh karena Ia begitu mengasihi kita. Karena Yesus menang atas penderitaan-Nya, Ia sudah mengalahkan maut, maka Ia pasti akan memberkati setiap orang yang percaya kepada-Nya.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa yang kita pahami tentang keterpanggilan sebagai pengikut Tuhan untuk taat dalam bacaan kita saat ini?
  2. Berikan contoh-contoh bentuk ketaatan sebagai orang percaya baik sebagai pelayan maupun anggota jemaat! 
NAS PEMBIMBING: Filipi 2:8

POKOK-POKOK DOA:

  • Menghayati kesengsaraan Yesus Kristus yang taat sampai mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia.
  • Hendaknya setiap orang percaya taat kepada Tuhan
  • Ketaatan sebagai orang percaya dalam menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: MINGGU SENGSARA I 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: NNBT No.40 Di Ufuk Timur

Ses. Nas Pemb: Hati S’bagai Hamba

Ses Pengakuan Dosa: NNBT No.11 Ya Allahku, Kami Mengaku Dosa

Ses Berita Anugerah: NKB No.15 Hidup Yang Penuh Berbeban

Ajakan Mengikuti Yesus di Jalan Sengsara : KJ.No. 375 Saya Mau, Ikut Yesus

Doa,Pembacaan Alkitab: NKB No. 116 Siapa Yang Berpegang

Persembahan       :NKBNo.199 Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan

Penutup: NKB No. 188 Tiap Langkahku 

ATRIBUT

Warna dasar unggu dengan symbol XP (Khi-Rho), cawan pengucapan, salib dan mahkota duri.


Youtube | ethe1812
Source | MTPJ Sinode GMIM 2017


EmoticonEmoticon