4/16/2017

Fajar Kebangkitan; RHK Minggu 17 Maret 2016

goinspirit-renungan harian keluarga

RHK Minggu 16 Maret 2017
Lukas 24:1

Pertanyaan: apa benar Yesus telah bangkit? Menjadi pertanyaan yang terus dilontarkan banyak orang sepanjang sejarah. Mereka sulit menerima dengan logika dan mengakui dengan iman bahwa Yesus sungguh telah bangkit. Ini disebabkan oleh ketidakpercayaan. Berbagai dugaan dengan alasan logis dibangun untuk membantah kenyataan ini, mulai dari mayat Yesus yang dicuri para murid-Nya sendiri sampai pada pernyataan bahwa bukan Yesus yang disalibkan.

Penulis keempat Injil memberitakan fakta yang sama bahwa Yesus sungguh telah bangkit. Ia bangkit pada hari yang ketiga, pada hari pertama minggu itu, yaitu hari Minggu (Portugis: Dominggus artinya hari Tuhan).  Itulah waktu ketika para perempuan pagi-pagi benar datang ke kubur dengan membawa rempah-rempah yang disediakan sebelumnya. Mayat harus dirempahi supaya awet dan tidak berbau busuk. Kata pagi-pagi benar menunjuk waktu dini hari / hari masih gelap juga menunjuk awal baru atau fajar baru. Para perempuan rela bangun lebih awal didorong oleh kepedulian dan ketaatan terhadap tradisi, serta cinta kasih kepada Yesus.

Kebangkitan Yesus adalah fajar baru bagi manusia. Fajar kebangkitan ini menjadi awal arak-arakan kemenangan umat manusia atas kuasa dosa. Perayaan Hari Paskah Pertama adalah juga perayaan Hari Anak GMIM. Anak sebagai buah hati orang tua adalah asset gereja, bangsa dan Negara. Dengan merayakan Paskah ini, gereja bertanggung jawab untuk memberi ruang dan tempat yang strategis dalam pelayanan anak. Anak harus dicintai, dibimbing, diperhatikan, dan disiapkan dengan baik mulai dari keluarga. Inilah tanggung jawab orang tua yang sangat penting. Lebih khusus perhatian dan kasih sayang seorang ibu. Ibu yang baik adalah ibu yang merawat, mendidik dan memperhatikan tumbuh kembang anak secara optimal. Ibu memberi hidup bagi anaknya sejak dari kandungan. Namun tidak berarti bahwa peran sang ayah diabaikan. Ayah menjadi figur yang memberi kedamaian dan keteduhan bagi anaknya. Dari sang ayah mereka belajar tentang kerja keras, ketegasan, kedisiplinan dan bimbingan yang menentramkan. Semoga di hari Paskah ini kita dimotivasi untuk menjadi ayah dan ibu yang terbaik.  Amin.

Doa: Ya Tuhan kami bersyukur Engkau memberikan kehidupan yang baru oleh kuasa kebangkitan–Mu, dan kami pun berterima kasih atas ayah dan ibu kami yang  bertanggung jawab atas kehidupan dan masa depan kami. Amin.


Source: RHK Sinode GMIM 2017


EmoticonEmoticon