4/09/2017

Membawa Pengampunan; Tema Mingguan MTPJ 9-15 April 2017 Minggu Sengsara 6


TEMA BULANAN :
“Persembahan Yang Menghidupkan”

TEMA MINGGUAN :
“Membawa Pengampunan”

Bahan Alkitab : Lukas 23:33-43

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Dalam suasana menghayati minggu-minggu sengsara sering terjadi paradoks dikalangan anggota jemaat misalnya hanya menonjolkan pernak-pernik yang berlebihan sehingga suasana penghayatannya dapat berkurang. Tidaklah salah hal itu dilakukan namun esensi makna penghayatan penderitaan Kristus yang perlu diutamakan. Mungkin dapat dikaji kembali bahwa pernak-pernik itu perlu disederhanakan misalnya cukup dengan sebuah salib di depan  rumah anggota keluarga GMIM sambil Pelayan Khusus mengunjungi anggota jemaat untuk mengadakan ibadah keluarga dan memberi persembahan pelayanan Diakonia selama masa minggu senggara berlangsung. Memang dalam perjalananan hidup orang Kristen seringkali melakukan perbuatan dosa yang bertentangan dengan perintah dan peraturan Tuhan. Bentuk dosa dan kesalahan seperti mengejek, menghina, mengolok-olok serta membenci sesama manusia sering dipertontokan oleh beberapa orang di masyarakat bahkan di lingkungan gereja, sehingga mengakibatkan gesekan dan pertengkaran yang dapat mengakibatkan perpecahan dan permusuhan padahal sebagai orang Kristen kita hadir untuk saling mengampuni. Untuk itulah tema minggu ini adalah: Membawa Pengampunan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Injil menurut Lukas merupakan kisah sejarah kehidupan Yesus yang masih bertahan sejak zaman rasuli  hingga kini. Pemberitaan tentang Yesus tidak pernah berubah sekalipun zaman berubah. Injil ini memuat  cerita  tentang Yesus sebagai Juruselamat dunia sebagai karya Agung Allah kepada manusia. Tulisan Injil Lukas ditujukan kepada “Teofilus (Yun: Sahabat Allah) yang mulia, (Lukas 1:1) sebagai tokoh masyarakat yang sudah percaya kepada Kristus. Lukas yang adalah seorang dokter (Kolose 4:14) menulis  kitab ini  kira-kira tahun 62M. Tujuannya kepada orang-orang bukan Yahudi, guna menyediakan suatu  injil yang benar  dan pasti. Lukas menceritakan bahwa Allah mengutus Yesus Kristus menjadi Juruselamat melalui penyaliban-Nya.

Lukas 23:33-43 menceritakan secara lengkap tentang penyaliban Kristus di kayu Salib oleh tentara Romawi yang berada di bukit Golgota-Tengkorak-Kalvari bersama dua orang pejahat. Diawali dengan sebuah Doa Tuhan Yesus: Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Ampunilah mereka menujuk pada seluruh orang banyak yang ikut menuntut agar Yesus disalibkan dan orang yang hadir pada saat penyaliban. Yesus tidak membalas  kejahatan dengan kejahatan tetapi Ia membalasnya dengan pengampunan. Pakaian Yesus pun diperebutkan dengan cara membuang undi dengan sejenis dadu yang dibuang ke atas dan berdasarkan itu ditentukan siapa yang memperoleh bagian dari pakaian Yesus. Selanjutnya orang banyak yang melihat dan menonton penyaliban Yesus dan pemimpin-pemimpin mengejek dan menghujat Dia dengan menyangsikan kuasa ilahi Yesus sebagai Mesias yang dipilih Allah (Ayat 35). Kata mengejek sama seperti menyindir dan menghina yang diucapkan berulang-ulang kali bahwa orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri. Bahkan prajurit-prajurit sebagai executor (pelaksana) penyaliban Yesus mengolok-olok Dia dan memberikan anggur asam. Anggur asam adalah minuman anggur biasa yang campuranya pahit  dengan harga murah dan biasa diminum oleh orang miskin yang merupakan suatu tindakan penghinaan kepada Yesus serta untuk mempercepat kematian-Nya. Mereka juga menghina dengan menuliskan di atas kepala-Nya “Inilah raja orang Yahudi”  hal ini merupakan kebiasaan orang Yahudi menulis di atas kepala dengan tulisan di papan yang memberi keterangan bentuk kejahatan dan tuduhan apa yang dilakukan oleh orang tersebut. Selanjutnya  dua orang yang disalibkan di samping  Yesus,  yang satu menghujat dan satu lagi menegur teman pejahat dan menyadari perbuatan jahatnya. Yang menghujat mengatakan: Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkan dirimu dan kami! Sudah dihukum dengan kejahatannya tapi dia masih  menghujat  serta mengucapkan penghinaan yang sangat luar biasa kepada Yesus, dan ini merupakan simbol orang yang tidak percaya. (Ayat 39) Penjahat yag satu menegor dia dengan tidak setuju apa yang diucapkan temannya yang jahat itu “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama. Ini adalah sebuah penyataan retoris dimana penjahat yang satu sebenarnya berusaha menghentikan penghinaan kepada Yesus. Ia berkata  “Kita memang selayaknya  dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah”. Ayat 41. Suatu pembenaran yang diucapakan bahwa Yesus tidak berdosa namun dituduh berdosa dan berbuat jahat. Kemudian ia berkata lagi, Yesus, ingatlah akan aku, apabilah Engkau datang sebagai Raja. Ini mengandung makna bahwa Yesus raja di atas Raja dan memberikan  keselamatan kepada setiap orang percaya. Yesus berkata hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus, ini menujuk kepada “Surga” tempat umat Allah sesudah meninggal. Dengan demikian penderitaan dan penya-liban Yesus sungguh real dan historis. Yesus sungguh-sungguh menderita dalam tubuh-Nya, dan telah memberi pengampunan dalam karya selamat-Nya

Makna dan Implikasi Firman

Penyaliban dan Kematian Yesus adalah inti dan dasar dari penebusan yang direncanakan Allah. Yesus yang tidak berdosa, mati mengantikan manusia yang penuh dosa. Melalui penyaliban-Nya hukuman atas dosa telah dilaksanakan dan kerajaan iblis dihancurkan (band. Roma 3:25). Manusia dapat berbalik kepada Allah dalam pertobatan dan beriman untuk menerima peng-ampunan dan hidup kekal. Suatu bukti yang paling menyakinkan tentang kebejatan hati manusia adalah kenyataan bahwa orang senang menyaksikan kekerasan, darah dan kematian. Kita melihat hal ini di gelanggang Romawi dan Yunani, tempat para penonton bersorak-sorak sementara orang bertarung dan saling membunuh.  Kita melihat hal serupa dalam diri orang yang menyaksikan Yesus mati secara mengerikan. Juga kita melihat dalam sejarah penganiayaan orang percaya dan sampai sekarang sering orang lain senang kalau sesama manusia menderita. Kematian Yesus adalah untuk mengubah sikap dan menimbulkan kasih, kepedulian. Yesus yang penuh belas kasihan dan mendengarkan rintihan umat manusia yang menderita.

Dihadapan salib Kristus orang bebal menyombongkan diri, menyatakan bahwa mereka berkuasa terhadap Yesus dan  menyatakan bahwa mereka bisa menghentikan pekerjaan Tuhan Yesus. Tetapi orang Kristen tersungkur di bawah salib Kristus, mengakui keberdosaan mereka. Kita tahu bahwa salib Kristus bukan melambangkan ketidakberdayaan tetapi kuasa pengam-punan Tuhan yang menyelamatkan orang berdosa. Kalau kita tidak berdosa maka Ia tidak perlu disalibkan; untuk menanggung hukuman dosa maka Ia menggantikan kita menerima hukuman. Kejujuran dan kebenaran tetaplah kebenaran walaupun kebe-naran tersebut tidak langsung berdampak pada kehidupan kita. Akan tetapi, kebenaran Allah tidak saja membuka pintu surga bagi kita, tetapi juga akan mengubah kehidupan kita. Karena kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus yang menderita terus mem-bawa pengampunan bagi setiap manusia sehingga memperoleh hidup kekal dan keselamatan. Kitapun diajak untuk mempraktekkan pengampunan, dan bukan untuk saling mengejek dan menfitnah.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI :

  1. Apa yang kita pahami (makna, arti, tujuan) dari ungkapan Yesus “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” ?
  2. Mengapa orang sulit untuk saling pengampuni dan mema-afkan? Dan sebagai orang percaya apa yang perlu kita buat ? 

NAS PEMBIMBING : Matius 18:21-22 

POKOK-POKOK DOA :

  • Perilaku yang sulit untuk mengampuni sesama manusia
  • Penguatan kepada mereka yang sanggup membawa pengampunan kepada sesama manusia
  • Gereja yang merayakan Jumat Agung dan Paskah.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: MINGGU SENGSARA 6 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Persiapan : KJ No. 169 Memandang Salib Rajaku

Nas Pemb: KJ No 27:1,5 Meski Tak Layak Diriku

Pengakuan Dosa : KJ No. 35 Tercurah Darah Tuhanku

Pemberitaan Anugerah Allah : KJ No. 34 Di Salib Yesus Di Kalvari

Ajakan Mengikut Yesus Di Jalan Sengsara :NKB No. 15 Hidup Yang Penuh Berbeban

Ses Doa Pembacaan Alkitab : KJ No 50 SabdaMu Abadi

Persembahan : KJ No. 368 Pada Kaki Salib-Mu

Penutup : Siapa Yang Setia

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN:

Warna Dasar Ungu dengan symbol XP (Khi-Rho), cawan pengucapan, salib dan mahkota duri.


Youtube |Tan Chow Yee
Source |MTPJ Sinode GMIM 2017