5/15/2017

Harga Diri; RHK Senin 15 Mei 2017

goinspirit-renungan harian keluarga

RHK Senin 15 Mei 2017
Nehemia 5:5

Firman Tuhan yang baru saja kita baca dan dengar sangat memprihatinkan serta menggugah perasaan kita. Pasti membuat kita merinding.  Mengapa? Karena harga diri dan kemanusiaan manusia di injak-injak, hak asazi manusia di lecehkan. Ternyata kepentingan diri atau egois mengorbankan ikatan persaudaraan dan rasa kebangsaan.  Umat menderita lahir batin, sebab walaupun mereka sedarah sedaging/ bersaudara dan satu bangsa tapi perbudakan atau jual beli manusia tidak dapat dihindari. Bahkan anak gadis dibiarkan menjadi milik orang kaya atau yang berkuasa. Mereka menyerah tanpa daya pada keadaan karena kemiskinan, kemelaratan, kekurangan makan. Mereka diperas diperlaku-kan secara tidak manusiawi, karena harta milik mereka berupa ladang dan kebun anggur sudah berada dalam genggaman orang lain yaitu orang-orang kaya dan para penguasa.

Di tengah kemajuan dan di era modernisasi ini, tentu saja praktek/gambaran di atas masih dipraktekkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Penjualan bayi karena kemiskinan yang melanda. Trafiking atau penjualan perempuan terjadi dimana-mana. Sebagai warga gereja dan orang percaya kita diingatkan agar supaya tetap hidup rukun, damai “torang samua basudara.” Ciptakan rasa saling mengasihi, menghormati dan menghargai satu sama lain. Walaupun di antara kita ada perbedaan baik agama, suku, budaya, status sosial, jabatan dan lain-lain.. Amin. 

Doa: Allah yang Mahakasih ampunilah mereka yang menginjak-injak harga diri dan yang melecehkan hak asazi manusia. Mampukanlah kami untuk mengasihi sesama manusia. Amin.  



Source| RHK Sinode GMIM


EmoticonEmoticon