5/09/2017

Ketidakadilan Mendatangkan Kebinasaan; RHK Selasa 9 Mei 2017

goinspirit-renungan harian keluarga

RHK Selasa 9 Mei 2017
Amos 5:9

Sekuat-kuatnya kita bersembunyi dibalik topeng ketidak-adilan hal itu jauh lebih lemah dibandingkan selemah-lemahnya kita berada dalam tindakan keadilan. Artinya kekuatan kita melakukan ketidakadilan, jauh lebih buruk dibandingkan dengan kita menikmati penderitaan karena melakukan keadilan.

Allah kita adalah Allah yang berkuasa memperhatikan tingkah laku, pikiran, dan perkataan setiap umat Tuhan. Dia, Allah yang selalu bertindak terhadap orang-orang yang melakukan tindakan ketidakadilan. Keadilam Allah nyata ketika Allah membinasakan orang-orang yang berlaku tidak adil. Keadilan Allah adalah perbuatan-Nya yang mendatangkan kehancuran bagi mereka yang melakukan ketidakadilan bagi sesama dan lingkungannya. Bagi siapapun yang merancangkan ketidakadilan, maka ia pula yang akan menuai kebinasaan sebagai konsekuensinya.

Bacaan hari ini menegaskan bahwa Allah selalu melihat perbuatan yang dilakukan oleh manusia. Jika manusia berbuat yang benar, ia diberkati Allah, tetapi sebaliknya ketika ia berbuat dosa (bertindak tidak adil) terhadap sesama dan lingkungannya, maka Allah tidak segan-segan akan menghukumnya. Firman Tuhan hari ini mengajar kita semua sebagai keluarga,   untuk tidak pernah melakukan hal yang tidak benar, agar supaya Allah tidak menghukum kita. Setiap orang diajar untuk berlaku adil terhadap anggota keluarga yang lainnya, tetapi juga berlaku adil terhadap lingkungannya. Perbuatan adil itulah yang mendatangkan sukacita, damai sejahtera dan bukan kebinasaan. Amin. 

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk tidak melakukan berbagai bentuk ketidakadilan dan bimbinglah hati dan pikiran kami oleh Roh-Mu yang kudus agar kami terus melakukan hal yang adil dan benar supaya kami tidak binasa melainkan beroleh kehidupan yang layak dalam hadirat-Mu. Amin.



Source| RHK Sinode GMIM 2017


EmoticonEmoticon