5/12/2017

Menolak Praktek Suap; RHK Jumat 12 Mei 2017

goinspirit-renungan harian keluarga

RHK Jumat 12 Mei 2017
Amos 5:12

Praktek suap adalah perilaku menyimpang yang merusak ethos kerja dan kualitas kerja, terlebih merusak kehidupan spiritualitas. Praktek suap bisa terjadi di semua lini kehidupan, mulai dari keluarga, jemaat dan masyarakat. Praktek suap sepertinya menjadi sebuah profesi atau pekerjaan tambahan yang begitu asik dilakukan demi kepentingan tertentu, baik oleh pemberi suap maupun penerima suap. Nabi Amos sangat marah dan mengecam serta menolak praktek suap. Oleh karena praktek suap itu  mendatangkan penderitaan bagi orang miskin. Praktek suap membuat orang hanya untuk memperkaya diri, tidak perduli kepada orang lain, merampas hak orang lain, menciptakan kehidupan yang serakah, dan tidak akan pernah puas dengan apa yang dimiliki. Selain itu pula, nabi Amos mengecam perbuatan jahat yang dilakukan terhadap orang benar dan ketidak adilan kepada orang miskin.

Belajar dari bacaan kita hari ini marilah kita menjadi keluarga Kristen yang cerdas dalam hal melakukan praktek-praktek kejujuran, keadilan dan kebenaran. Menjadi sebuah komunitas yang mampu membangun pendidikan tentang sebuah kehidupan kejujuran, keadilan dan kebenaran sehingga akan terhindar dari berbagai tindak kejahatan, perbuatan dosa yang hanya membawa kepada kehancuran hidup, baik dalam keluarga, bahkan dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat. 

Marilah kita mendidik dan membina keluarga kita untuk hidup dalam syukur kepada Allah, menikmati anugerah-Nya dengan penuh rasa tanggung jawab dan selalu bertindak jujur, adil dan benar sebagai cerminan identitas keluarga Allah. Amin. 

Doa: Ya Tuhan, ajar kami untuk menolak segala bentuk praktek suap, ketidak benaran, dan ketidak adilan. Mampukan keluarga kami untuk terus menciptakan kehidupan yang jujur, benar dan adil. Amin.


Source| RHK Sinode GMIM 2017


EmoticonEmoticon