6/25/2017

Tubuh adalah Bait Allah; Tema Mingguan MTPJ 25 Juni-1 Juli 2017

goinspirit-menjabarkan trilogi pembangunan jemaat

TEMA BULANAN :
“Gereja yang Mencerdaskan”

TEMA MINGGUAN :
“Tubuh adalah Bait Allah"

Bahan Alkitab : 1 Korintus 3:10-23

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang utuh sempurna komplit dengan raga( badan, tubuh, fisik) tapi juga dengan jiwa (psikis) sebagai satu kesatuan dari kepala sampai kaki, dari bagian depan dan belakang, bagian luar maupun dalam, dari hati dan pikiran. Tubuh kita adalah anugerah Tuhan yang mulia, indah, bagus, mempesona, yang harus dirawat dengan sebaik-baiknya. Menjaga dan merawat tubuh adalah kewajiban dari setiap orang, sebab apabila tubuh ini tidak dirawat akan mengalami gangguan, sakit atau disfungsi organis. Upaya merawat tubuh, disebut oleh banyak orang dengan menjaga kesehatan. Kesehatan secara badani/jasmani sangat menentukan kesinambungan hidup untuk selanjutnya. Didalam tubuh ada banyak organ/bagian yang mempunyai fungsi dan peran masing-masing, yang semuanya sudah diatur oleh Tuhan secara harmoni dan sempurna agar manusia dapat bergerak, ber-aktifitas, berkomunikasi dan sebagainya. Karena itu manusia diberi hikmat oleh Tuhan untuk menghargai tubuh ini, karena tubuh ini juga adalah rumah/bait Allah; tempat berdiamnya Roh Tuhan.

Ada realitas yang terjadi dalam kehidupan manusia dengan tindakan merusak tubuh secaraformal, brutal, masif dan permanen, baik secara personal maupun public seperti mem-bunuh orang lain, bunuh diri, memperkosa, menyiksa diri, mengkonsumsi narkoba, minuman keras dan sebagainya. Kenyataan ini perlu disikapi, diantisipasi dan diklarifikasi dengan pemahaman-pemahaman yang mendasar supaya teratasi, sehingga setiap orang akan tiba pada konsep yang benar tentang tubuh ini sebagai karunia yang sangat spektakuler dari Sang Pencipta. Itulah sebabnya tema minggu ini “Tubuh adalah Bait Allah” perlu direnungkan dalam rangkaian Hari Anti Narkoba sedunia, Pentakosta, HAPSA PKB dan HUT PI dan Pendidikan Kristen.

PEMBAHASAN TEMATISPEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Rasul Paulus dalam perjalanan penginjilan, sempat tinggal di Korintus selama delapan belas bulan bersama Priskila dan Akwila. Korintus adalah pusat perdagangan dan perniagaan dengan dinamika yang kompleks  meliputi aspek ekonomi, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan seni. Tingkat peradaban dan intelektualitas masyarakatnya mumpuni, beragam (heterogen), namun dari segi moralitas memiliki julukan “korinthiazesthai” yang berarti gaya hidup orang Korintus yang mabuk-mabukan dan penyelewengan asusila yang tak terkendali. Semua ini sangat diketahui oleh Paulus

I Korintus pasal 3:10-23 tentang dasar dan bangunan yang penekanannya bukan pada fisik bangunan yang sebenarnya melainkan pada substansi tubuh manusia yang adalah bait Allah. Karena itu ada beberapa kata kunci yang perlu diperhatikan di sini ialah dasar fondasi), yaitu alas dari setiap bangunan (building) yang didirikan. (bnd Ibrani 3:4). Bait rumah adalah suatu bentuk tempat tinggal yang layak dari manusia. Hikmat, akal budi, pikiran (Yun: nous) adalah anugerah Tuhan kepada setiap orang, agar ia mampu membedakan mana yang baik dan tidak. Tubuh (Yun: soma) adalah keseluruhan jasad manusia yang adalah milik Tuhan, karena tubuh itu juga tempat berdiamnya Roh Kudus, tubuh itu anggota Kristus (lihat IKorintus 6: 15,19-20). Kudus (Ibr: Kadosy, suci) adalah sesuatu yang disendirikan, tidak terkontaminasi dengan yang cemar. Pencerahan Paulus dalam suratnya menunjuk pada dasar bangunan itu ialah Yesus Kristus. Model/disain/tipe apapun bangunan yang akan didirikan selanjutnya, entah dari emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering dan jerami, sekali kelak akan kelihatan resiko/konsekwensi dan kwalitasnya. Korespondensi Paulus lebih fokus pada tubuh itu sebagai anugerah, karena tubuh juga bait Allah dan bait Allah itu ialah kamu dan harus kudus. Kekudusan tubuh itu dipakai sebagai senjata kebenaran(lihat Roma 6:13), sehingga siapa yang ingin membinasakan bait Allah, Allah akan membinasakan dia(bnd 2 Korintus 6:16).

Makna dan Implikasi Firman

Perkembangan dan kemajuan dunia, membuat manusia hidup di muka bumi ini sering melakukan eksperimen terhadap diri/tubuh supaya kuat, eksis, dan dapat bertahan (survive) di suatu tempat dan masa. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama: tubuh ini harus menerima makanan dan minuman yang sehat bukan mengkonsumsi miras, ganja, menghirup lem Ehabond, sampai memakai NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat-zat adiktif). Kedua: tubuh ini harus dijaga bukan dibinasakan dengan bunuh diri apapun bentuk dan alasannya. Ketiga: tubuh ini jangan disiksa, dirusak dan dipermainkan dengan benda-benda tajam, termasuk jualbeli organ, ganti kelamin, dijajakan, dieksploitasi, LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) dan sebagainya. Persoalan yang kompleks ini terjadi di sekitar kita dan mengancam generasi serta mengundang malapetaka; derita dan lara.

Kondisi riil di atas, perlu ada solusi dengan pencerahan firman seperti perikop ini. Intinya bagaimana memahami arti tubuh ini sebagai anugerah yang termulia, karena tubuh adalah bait Allah; Allah telah menyusun organ satu dengan yang lain begitu baik dan berfungsi secara akurat. Allah bermaksud agar tubuh ciptaannya diperhatikan; hargai, jaga, rawat dan pelihara, supaya berguna. Sebagai warga gereja, pergumulan ini semakin berat karena ada generasi terperosok ke dalam jurung kehancuran ragawi dan kebinasaan jiwa. Firman Tuhan tegas; siapa yang membinasakan tubuh secara sengaja, terprogram dan mendasar, Allah Sang Pencipta (Creator) itu akan meminta pertanggungjawaban dan membinasakan. Pentakosta menunjuk pada tubuh (murid-murid) yang mendapat karunia Roh Kudus. HAPSA PKB mengingatkan warga untuk memproteksi gene-rasinya agar tidak mengeksploitasi tubuh ini pada perca-bulan dan pemerkosaan. HUT Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen, merekomendasikan agar pendidikan itu jangan diabaikan melainkan dimaksimalkan dalam keluarga dan jemaat oleh gereja. Hari anti narkoba sedunia memberi signal bahwa masalah ini sangat krusial dan perlu kolaborasi menang-gulanginya. Catatannya bukan hanya di atas kertas melainkan ada gerakan sosialisasi, antisipasi, preventif dan protektif dari gereja dan pihak lainnya. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apa makna tubuh sebagai bait Allah dalam perikop ini dihubungkan dengan tubuh kita masing masing?
  2. Apa yang dapat dilakukan gereja terkait dengan berbagai persoalan menyangkut narkoba, bunuh diri, percabulan dan pembunuhan, yang merusak tubuh sebagai bait Allah? 

NAS PEMBIMBING: Ibrani 3:4 

POKOK – POKOK  DOA :

  • Keluarga-keluarga agar diberi kemampuan untuk mendidik anak-anak.
  • Generasi muda agar tidak terpengaruh dan terbawa arus dunia demoralisasi.
  • Pemerintah dan pihak yang berkompeten untuk terus memberantas jaringan narkotika.
  • Semua pihak yang terlibat dalam penyalagunaan narkotika untuk bertobat dan boleh kembali mendapatkan masa depan yang baik. 


TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan : NNBT No.1 Pujilah Dia, Pujilah Dia

Ses Nas Pembimbing: NKB. 14. Jadilah Tuhan KehendakMu

Seb Pengakuan dosa: KLIK 173 Sejauh Timur Dari Barat

Ses Pengakuan dosa dan Pengampunan: KLIK 386 Sperti yang Kau ingini

Persembahan: KJ.No. 424 Yesus Menginginkan Daku

Nyanyian Penutup: KJ.No. 364  Berserah Kepada Yesus 

ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.




Source| MTPJ Sinode GMIM 2017


EmoticonEmoticon